IndonesiaBuzz : Madiun, 21 Januari 2026 – Aktivitas Wali Kota Madiun Maidi pada hari-hari terakhir sebelum terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai terkuak ke publik.
Sehari sebelum penindakan, Maidi diketahui berada di sebuah showroom mobil mewah di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Kehadiran Maidi tersebut menjadi perhatian setelah foto-foto swafoto dari lokasi showroom beredar luas di media sosial.
Informasi itu menguat di tengah proses hukum yang menjerat Maidi dalam perkara dugaan korupsi.Maidi tercatat mengunjungi showroom Prabu Motor Ponorogo pada Minggu (18/1/2026).
Pihak manajemen showroom membenarkan adanya kunjungan tersebut dan menegaskan tidak terjadi transaksi jual beli.
Doni, perwakilan Prabu Motor Ponorogo, menyampaikan bahwa informasi kedatangan Maidi diperoleh dari karyawan yang bertugas di lokasi.
“Iya mas lihat lihat mobil, info nya dari anak anak (karyawan), tapi masih lihat lihat,” kata Doni saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan tidak ada aktivitas transaksi maupun pembahasan negosiasi selama kunjungan berlangsung.
“Gak ada, tidak ada nego juga,” ujarnya.
Keberadaan Maidi di showroom tersebut terekam melalui sejumlah foto swafoto yang kemudian diunggah ke media sosial.
Foto-foto itu diunggah oleh Direktur Utama PDAM Kota Madiun, Suyoto, melalui akun Facebook Suyoto Hardjo Wiyono pada pukul 15.50 WIB.
Unggahan tersebut disertai keterangan singkat, “Bismillah, sekedar mejeng,” dan memuat lima foto yang diambil di area showroom.
Salah satu foto memperlihatkan Maidi mengenakan topi rimba dan jaket bomber abu-abu bermerek Guess saat mengamati unit Suzuki Jimny Chiffon Ivory Metallic.
Foto lainnya menampilkan Suyoto berpose dengan latar deretan mobil mewah seperti Rubicon, Jeep, dan Hummer.
Dalam unggahan itu juga ditandai sejumlah akun, di antaranya Misdi Idemu Asetmu yang diduga milik Sekretaris DPRD Kota Madiun Misdi, Camat Taman Kota Madiun Muhammad Yusuf Asmadi, serta akun resmi Prabu Motor Ponorogo.
Hingga berita ini diturunkan, Suyoto belum memberikan keterangan resmi terkait tujuan kunjungan tersebut.
Upaya konfirmasi kepada Misdi dan Muhammad Yusuf Asmadi juga belum mendapatkan respons.Sehari setelah kunjungan tersebut, Senin (19/1/2026), KPK melakukan penyelidikan tertutup di Kota Madiun dan mengamankan 15 orang.
Dari jumlah tersebut, sembilan orang dibawa ke Jakarta, termasuk Maidi.
Pada Selasa (20/1/2026), KPK secara resmi mengumumkan penahanan Maidi bersama dua tersangka lainnya, yakni Rochim Ruhdiyanto dari pihak swasta dan Thariq Megah selaku Kepala Dinas PUPR Kota Madiun. (@Arn/Tim)







