IndonesiaBuzz: Ngawi, 22 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Ngawi mulai mematangkan persiapan menjelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur XV Tahun 2026, di mana daerah tersebut dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga pelajar terbesar di Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 6 November 2026.
Melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Pemkab Ngawi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ngawi mulai menyusun strategi, mulai dari seleksi atlet hingga kesiapan sarana dan prasarana pertandingan.
Langkah awal dilakukan melalui rapat koordinasi bersama seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) peserta POPDA yang digelar di Rumah Aspirasi Anggota DPR RI Budi Sulistyono, Selasa (21/7/26).
Rapat dipimpin Kepala Disparpora Kabupaten Ngawi Wiwien Purwaningsih dan dihadiri jajaran KONI serta pengurus 23 cabang olahraga yang akan mewakili Kabupaten Ngawi.
Wiwien mengatakan rapat koordinasi menjadi tindak lanjut dari hasil pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur sekaligus menyamakan persepsi mengenai kesiapan atlet maupun penyelenggaraan POPDA.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan KONI menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana.
“Setelah rapat di provinsi, kami menindaklanjutinya dengan rapat bersama seluruh cabang olahraga yang difasilitasi KONI. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kerja sama KONI dalam mengangkat prestasi olahraga di Kabupaten Ngawi,” ujarnya.
Kabupaten Ngawi akan mengikuti 23 cabang olahraga pada POPDA Jawa Timur XV. Karena itu, Disparpora menekankan pentingnya proses seleksi atlet yang objektif dan berbasis kualitas.
Selain mempertimbangkan prestasi, pemerintah daerah juga akan memetakan kekuatan setiap cabang olahraga agar strategi pembinaan dapat disusun secara lebih efektif.
“Yang kita lihat bukan hanya prestasi, tetapi juga kekuatan Kabupaten Ngawi pada masing-masing cabang olahraga. Karena itu kita harus memiliki strategi agar hasil yang dicapai maksimal,” kata Wiwien.
Ia menjelaskan, seleksi atlet akan mengacu pada regulasi panitia provinsi. Peserta harus berstatus pelajar dengan batas usia sesuai ketentuan, yakni kelahiran tahun 2009 dan setelahnya.
Disparpora juga memprioritaskan atlet yang telah mencatatkan prestasi di tingkat kabupaten sebelum membuka kesempatan bagi atlet lain apabila kuota masih tersedia.
“Kita ingin proses seleksi dilakukan secara objektif. Jangan sampai memberikan harapan yang berlebihan kepada atlet jika nantinya kuota yang tersedia terbatas,” jelasnya.
Selain membahas kesiapan atlet, rapat juga mengevaluasi kesiapan fasilitas pertandingan yang akan digunakan selama POPDA berlangsung.
Disparpora mengusulkan Alun-Alun Merdeka Ngawi sebagai lokasi upacara pembukaan pada 6 November 2026.
Sementara itu, seluruh arena pertandingan dinyatakan pada prinsipnya telah siap dan tinggal menunggu proses verifikasi dari tim Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Untuk venue pertandingan pada prinsipnya sudah siap. Selanjutnya kami menunggu proses pengecekan dari tim Provinsi Jawa Timur. Apabila ada rekomendasi perbaikan atau penataan, tentu akan segera kami tindak lanjuti,” ungkap Wiwien.
Wakil Ketua III KONI Kabupaten Ngawi Sri Budi menegaskan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan POPDA Jatim XV.
Menurutnya, seluruh cabang olahraga di bawah naungan KONI akan menjadi mitra strategis Disparpora dalam mempersiapkan atlet sekaligus menyukseskan pelaksanaan kejuaraan.
“Ini adalah kerja kolaborasi. Disparpora sebagai penyelenggara, sedangkan KONI mendukung penuh melalui seluruh cabang olahraga yang kami bina. Kami terus melakukan koordinasi agar pelaksanaan POPDA berjalan sukses,” ujarnya.
Sebagai tuan rumah, Ngawi tidak hanya menargetkan keberhasilan penyelenggaraan, tetapi juga peningkatan prestasi atlet.
Sri Budi menyebut sejumlah cabang olahraga yang selama ini menjadi andalan Kabupaten Ngawi, seperti tinju, MMA, wushu, dan ski air, diharapkan mampu menyumbang prestasi pada POPDA Jatim XV.
Untuk memastikan atlet yang diberangkatkan benar-benar memenuhi standar, setiap cabang olahraga akan lebih dahulu melaksanakan seleksi internal. Hasil seleksi kemudian diverifikasi oleh tim gabungan KONI dan Disparpora.
Menurut Sri Budi, mekanisme tersebut diharapkan mampu menghasilkan kontingen terbaik yang siap bersaing di tingkat provinsi.
“Hasil seleksi dari masing-masing cabor nantinya akan diverifikasi oleh tim yang terdiri dari KONI dan Disparpora. Jadi ada mekanisme penilaian dan verifikasi sehingga atlet yang diberangkatkan benar-benar memenuhi kriteria dan layak mewakili Kabupaten Ngawi di POPDA Jawa Timur XV 2026,” pungkasnya.
Dengan waktu persiapan yang masih tersisa beberapa bulan, Pemerintah Kabupaten Ngawi optimistis mampu menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus melahirkan prestasi melalui pembinaan atlet yang terencana, objektif, dan berkelanjutan. Ajang POPDA Jatim XV diharapkan menjadi momentum memperkuat ekosistem olahraga pelajar sekaligus mengangkat nama Kabupaten Ngawi di tingkat Provinsi Jawa Timur.


