IndonesiaBuzz: Ngawi, 24 Mei 2025 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat senilai total Rp7 miliar untuk warga Kabupaten Ngawi sebagai bagian dari upaya menurunkan angka kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dalam acara di Pendopo Wedya Graha, Kantor Bupati Ngawi, pada Sabtu (24/5).
“Ini bagian dari asistensi sosial yang diberikan Pemprov ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Hari ini untuk Kabupaten Ngawi,” ujar Khofifah dalam sambutannya.
Bantuan yang diberikan mencakup Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), bantuan operasional pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, zakat produktif Program KIP Putri Jawara, tali asih untuk Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta program pemberdayaan BUMDes, Desa Berdaya, dan Jatim Puspa.
Khofifah berharap bantuan ini dapat bersinergi dengan program Pemerintah Kabupaten Ngawi dan memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem.
“Pemprov Jatim terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat. Tujuannya adalah memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tegasnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, angka kemiskinan ekstrem di provinsi tersebut menurun signifikan dari 4,4 persen pada 2020 menjadi 0,66 persen per September 2024.
Khofifah menargetkan angka kemiskinan ekstrem bisa ditekan hingga nol persen pada 2026, dan secara keseluruhan berada di bawah lima persen pada 2029, sesuai arahan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Untuk mewujudkan target itu, Pemprov Jatim mengandalkan penguatan kolaborasi dengan pilar-pilar sosial yang melibatkan 5.262 pendamping PKH, 666 TKSK, dan 1.820 personel Tagana di seluruh wilayah provinsi.
Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp180 miliar dari APBD untuk bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat, yang disalurkan secara bertahap ke seluruh daerah di Jatim.







