IndonesiaBuzz: Ngawi, 10 Juni 2026 – Persinga Ngawi mengawali langkahnya di babak 32 besar Liga 4 PSSI 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Ketonggo, Rabu (10/6/26), Laskar Ketonggo tampil dominan dan menundukkan Persiker Keerom Papua dengan skor telak 3-0.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Persinga dalam persaingan Grup V yang dihuni Persiker Keerom, Persipani, dan Bukit Asam FC. Tiga poin perdana sekaligus membuka peluang lebih besar bagi wakil Kabupaten Ngawi itu untuk melangkah ke fase berikutnya.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persinga langsung mengambil inisiatif serangan. Dukungan ratusan suporter yang memadati Stadion Ketonggo menjadi energi tambahan bagi skuad asuhan Slamet Riyadi untuk mengendalikan jalannya pertandingan.
Dominasi tuan rumah mulai terlihat sejak babak pertama. Tekanan yang terus dibangun akhirnya membuahkan hasil melalui gol Arvamuzi yang membuka keunggulan Persinga. Tidak lama berselang, Ridwan berhasil menggandakan skor dan membuat Persiker berada dalam tekanan.
Unggul dua gol membuat Persinga tampil lebih percaya diri pada babak kedua. Sementara Persiker berusaha keluar dari tekanan, tuan rumah justru kembali menunjukkan efektivitas serangan. Gol ketiga yang dicetak Yosuwana memastikan kemenangan Persinga dengan skor akhir 3-0.
Hasil tersebut tidak hanya memberikan tiga poin penting, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri tim menjelang dua pertandingan berikutnya yang akan menentukan nasib mereka di babak 32 besar.
Pelatih Persinga, Slamet Riyadi, menyambut positif kemenangan tersebut. Menurutnya, laga perdana selalu memiliki tantangan tersendiri karena menyangkut kesiapan mental pemain menghadapi tekanan kompetisi.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa mengambil poin penuh untuk pertandingan pertama. Memang pertandingan pertama, mental anak-anak harus disiapkan. Jadi ini menjadi motivasi agar mereka bisa memberikan yang terbaik,” ujar Slamet dalam konferensi pers usai pertandingan.
Meski meraih kemenangan dengan margin tiga gol, Slamet menilai permainan timnya masih belum mencapai performa ideal. Ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dievaluasi, terutama terkait efektivitas permainan dan kondisi fisik beberapa pemain.
Menurutnya, keterbatasan kedalaman skuad menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelatih dalam menjaga konsistensi performa selama fase grup berlangsung.
“Pertandingan tadi belum maksimal seperti yang diharapkan. Mudah-mudahan pertandingan kedua bisa lebih baik lagi. Ada beberapa pemain yang kondisinya kurang fit, dan kedalaman pemain juga terbatas. Tapi kita tetap memaksimalkan pemain yang ada,” katanya.
Salah satu catatan positif yang disoroti Slamet adalah meningkatnya efektivitas lini depan Persinga. Penyelesaian akhir yang sebelumnya menjadi pekerjaan rumah kini mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Hasil 3-0 ini semoga bisa menjaga tren finishing kita. Pertandingan kedua nanti kami ingin tampil lebih baik dan lebih agresif. Ini kandang kita, tidak boleh orang bermain-main di rumah kita,” tegasnya.
Di kubu lawan, Persiker Keerom mengakui gagal mengantisipasi tekanan yang diberikan tuan rumah sejak awal pertandingan. Dalam konferensi pers, tim Papua tersebut diwakili pelatih fisik Gabriel Lidel.
Menurut Gabriel, dua gol yang tercipta pada babak pertama memberikan dampak besar terhadap mental pemain sehingga tim kesulitan mengembangkan permainan sesuai rencana.
“Bukan hasil yang diinginkan, tapi kami insya Allah akan bangkit untuk pertandingan selanjutnya. Masih ada dua pertandingan lagi yang harus kami maksimalkan. Sebenarnya kami sudah mengantisipasi skema permainan Persinga, tapi anak-anak kurang fokus sehingga tekanan membuat kami kebobolan dua gol di babak pertama,” ujarnya.
Persiker kini dituntut segera bangkit jika ingin menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Dua pertandingan tersisa akan menjadi penentu bagi tim berjuluk Badai Perbatasan tersebut.
Bagi Persinga, kemenangan perdana ini menjadi fondasi yang menjanjikan. Selain meraih tiga poin, Laskar Ketonggo juga menunjukkan kemampuan mengontrol pertandingan dan memanfaatkan peluang secara efektif di hadapan pendukung sendiri.
Persinga dijadwalkan kembali bertanding pada Sabtu (13/6/2026) menghadapi Porsiba Banyuasin asal Sumatera Selatan. Bermain di Stadion Ketonggo untuk kedua kalinya secara beruntun, dukungan publik Ngawi diperkirakan kembali menjadi faktor penting dalam upaya Persinga mempertahankan momentum kemenangan.
Jika mampu menjaga konsistensi permainan dan memperbaiki sejumlah catatan evaluasi yang disampaikan pelatih, peluang Persinga untuk melangkah ke babak 16 besar Liga 4 PSSI 2026 terbuka cukup lebar. Kemenangan atas Persiker menjadi sinyal bahwa Laskar Ketonggo siap bersaing dalam perebutan tiket menuju fase berikutnya. (Esaputra /Koresponden Ngawi)







