IndonesiaBuzz : Madiun, 9 Juni 2026 – SD Al Husna IFDS (Islamic Full Day School) Kota Madiun terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu sekolah dasar Islam yang mengedepankan pendidikan karakter, pembinaan akhlak, dan penguatan akademik secara seimbang.
Sekolah yang berada di Jalan Tanjung Raya XII Nomor 9B, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun ini berada di bawah naungan Yayasan Pelita Harapan Kota Madiun.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, SD Al Husna IFDS memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 20534233 dan telah beroperasi sejak tahun 2003.
Selama lebih dari dua dekade, sekolah ini mengembangkan konsep Islamic Character School melalui sistem full day school yang memadukan pendidikan akademik dengan pembentukan karakter Islami.
Selain pembelajaran formal, sekolah menerapkan berbagai program pembiasaan yang bertujuan menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan akhlakul karimah kepada peserta didik. Pembelajaran Al-Qur’an, pendidikan adab, pembiasaan ibadah, serta penguatan karakter menjadi bagian dari aktivitas harian siswa.
Dalam pengembangan potensi siswa, SD Al Husna IFDS menyediakan sejumlah program unggulan dan kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya tahfidz Al-Qur’an, English Club, pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN), banjari, drumband, melukis, badminton, dan pramuka.
Sekolah juga menyelenggarakan berbagai kegiatan tahunan seperti outbound, outdoor learning, perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa), Pasar Krempyeng, serta kegiatan renang.
Kepala SD Al Husna IFDS Kota Madiun, Supriyanto, mengatakan bahwa pendidikan di sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak peserta didik sejak usia dini.
“Kami berkomitmen membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. Karena itu, setiap program yang kami jalankan selalu mengintegrasikan aspek akademik, spiritual, dan pembentukan karakter,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Salah satu program unggulan yang menjadi ciri khas sekolah adalah SAPA DOI (Sarapan Pagi, Doa, dan Ikrar). Program ini dilaksanakan setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Dalam pelaksanaannya, siswa bersama guru mengikuti rangkaian kegiatan berupa pembacaan Asmaul Husna, doa-doa harian, sholawat, serta murojaah surat-surat pendek Al-Qur’an.
Kegiatan SAPA DOI tidak hanya bertujuan membangun kesiapan belajar siswa, tetapi juga menanamkan nilai religius, keberanian, dan rasa percaya diri. Menariknya, kegiatan tersebut dipimpin secara bergiliran oleh siswa dengan pendampingan guru sehingga menjadi sarana latihan kepemimpinan sejak usia dini.
“Melalui SAPA DOI, siswa dibiasakan mengawali aktivitas dengan doa, murojaah, dan sholawat. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga melatih keberanian dan rasa percaya diri karena siswa terlibat langsung dalam memimpin kegiatan,” kata Supriyanto.
Selain SAPA DOI, SD Al Husna IFDS juga mengembangkan program pembentukan karakter bertajuk Belajar Mandiri dari Tangan-Tangan Hebat.
Program yang diinisiasi Yayasan Pelita Harapan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung di lingkungan masyarakat melalui pengalaman kehidupan nyata.
Dalam program tersebut, siswa mengikuti aktivitas sehari-hari di luar lingkungan rumah dan sekolah, termasuk mengenal berbagai profesi dan usaha masyarakat. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah belajar mandiri di tempat produksi sapu ijuk rumahan.
Melalui kegiatan tersebut, siswa mengamati proses produksi mulai dari pemilahan bahan baku, pengikatan ijuk pada gagang sapu, hingga tahap penyelesaian dan pemeriksaan kualitas produk.
Selain itu, siswa juga diajak memahami pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, serta nilai kewirausahaan.

Menurut Supriyanto, pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat memberikan pembelajaran yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa setiap pekerjaan membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Dengan terjun langsung ke lingkungan masyarakat, mereka dapat belajar menghargai proses, mengenal dunia kerja sejak dini, sekaligus menumbuhkan jiwa mandiri dan kepedulian sosial,” tuturnya.
Pihak sekolah menilai pengalaman belajar langsung di lingkungan masyarakat dapat membantu siswa menghubungkan teori yang diperoleh di sekolah dengan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.Supriyanto berharap berbagai program yang dijalankan SD Al Husna IFDS dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.
“Harapan kami, lulusan SD Al Husna tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, serta mampu menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui berbagai program pembelajaran dan pembinaan karakter yang dijalankan secara berkelanjutan, SD Al Husna IFDS Kota Madiun berupaya mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian sosial yang kuat. (@Arn/Hms)







