IndonesiaBuzz: Pacitan, 6 Agustus 2025 – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 di Kabupaten Pacitan mulai disalurkan kepada ribuan penerima manfaat. Total 5.934 warga, termasuk buruh tani tembakau, buruh pabrik rokok, dan masyarakat umum, menerima bantuan tunai sebesar Rp300.000 per bulan selama lima bulan.
Tahap awal penyaluran dilakukan pada Senin (4/8/2025) di pabrik rokok untuk buruh pabrik, sedangkan penyaluran bagi buruh tani dan masyarakat umum berlangsung di Pendopo Kecamatan Kebonagung, Selasa (5/8/2025).
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan, Heru Wiwoho Supardi Putra. Dalam sambutannya, Heru menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengarahkan dana DBHCHT untuk mendukung kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok yang terdampak fluktuasi industri tembakau.
“Pemerintah daerah berupaya agar dana DBHCHT ini benar-benar dimanfaatkan untuk membantu masyarakat, bukan hanya sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai penggerak ekonomi keluarga,” tegas Heru.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, mengingatkan keras agar bantuan tidak disalahgunakan. Ia menyoroti data nasional yang menunjukkan indikasi penyalahgunaan bantuan sosial oleh ratusan ribu penerima untuk aktivitas judi daring.
“Dari sekitar 3 juta lebih penerima bansos di Indonesia, hampir 500 ribu terindikasi terhubung dengan judi online. Ini angka yang sangat memprihatinkan,” ungkap Khemal saat memberikan pengarahan.
Khemal meminta agar penerima di Pacitan memanfaatkan BLT sesuai peruntukannya, yakni untuk kebutuhan pokok dan pemenuhan ekonomi keluarga. Ia juga memberikan imbauan khusus kepada penerima laki-laki agar menyerahkan uang bantuan kepada istri atau anggota keluarga yang lebih bertanggung jawab.
“Bapak-bapak, setelah menerima uang ini, serahkan kepada garwanipun (istri) panjenengan. ‘Bu, ini dapat titipan dari Pak Bupati, buat beli beras.’ Jangan malah digunakan untuk beli paket internet dan TikTok-an,” ujarnya disambut tawa para hadirin. (Jiwo/Koresponden Pacitan)







