IndonesiaBuzz : Madiun, 3 Februari 2026 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Madiun, Rahma Noviarini, sebagai bagian dari pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi.
Dari penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah dokumen serta dua unit mobil mewah.
Menanggapi tindakan penyidik lembaga antirasuah, Rahma menyatakan sikap kooperatif dan menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan.
Ia menegaskan tidak keberatan rumahnya digeledah untuk kepentingan penyidikan.“Saya perkenankan pihak KPK untuk menyelidiki dan meneliti dari awal. Kami menunggu proses selanjutnya,” ujar Rahma.
Rahma menyampaikan keterangan tersebut saat ditemui di sela Turnamen Bulu Tangkis Dabo Battlefield I yang digelar di GOR Bulu Tangkis Wilis, Kota Madiun, Senin (2/2/2026) malam.
Ia mengatakan, kehadirannya di turnamen tersebut sekaligus untuk menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Terkait waktu penggeledahan yang berlangsung pada Selasa (27/1/2026), Rahma menjelaskan bahwa dirinya tidak berada di kediaman.
“Saya pulang itu, Mas. Saya pulang, kan saya punya rumah di Malang. Almarhum suami saya itu kan orang Malang,” ungkapnya.
Dalam proses penggeledahan, penyidik KPK mengamankan dua kendaraan serta sejumlah dokumen dari rumah Rahma.
Ia menegaskan bahwa kendaraan yang disita bukan berasal dari pihak lain.
“Kalau mobil itu saya beli sendiri. Satunya saya beli di Surabaya, satunya lagi saya beli di Kota Madiun,” tegasnya.
Selain kendaraan, Rahma membenarkan adanya penyitaan dokumen oleh penyidik KPK. Namun, ia menyebut dokumen tersebut merupakan berkas pribadi.
“Berkas-berkas saja, berkas pribadi,” katanya.
Rahma juga menanggapi isu yang mengaitkan jabatannya sebagai Ketua PBSI Kota Madiun dengan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi.
Ia menegaskan bahwa proses pemilihan dilakukan melalui mekanisme organisasi yang sah.
“Pemilihan saya melalui Pengprov PBSI Jawa Timur. Ada 12 klub yang memilih saya. Bukan karena Pak Wali atau pihak lain,” ujarnya.
Diketahui, Rahma Noviarini resmi menjabat sebagai Ketua PBSI Kota Madiun untuk masa bakti 2025–2029 dan dilantik pada Selasa (23/12/2025) di Gedung GCIO. Pelantikan tersebut turut dihadiri Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi.
Menutup keterangannya, Rahma menegaskan tidak ingin mendahului langkah penyidik dalam proses hukum yang sedang berjalan.
“Kami tidak ingin mendahului apa yang sudah diproses KPK,” pungkasnya. (@Arn)







