IndonesiaBuzz: Ngawi, 25 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ngawi terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur XV Tahun 2026. Kabupaten Ngawi yang ditunjuk sebagai tuan rumah kini memasuki tahap persiapan akhir, termasuk memperkuat komitmen bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sebagai bentuk kesiapan penyelenggaraan, penandatanganan komitmen antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Ngawi dilaksanakan di Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Senin (25/5/26).
Kepala Disparpora Ngawi Wiwien Purwaningsih menjelaskan penandatanganan tersebut merupakan kesepakatan kerja sama terkait pembagian hak dan kewajiban antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan POPDA 2026.
“Penandatanganan komitmen ini merupakan kesepakatan kerja sama antara pemerintah provinsi dengan pemerintah Kabupaten Ngawi terkait pembagian hak dan kewajiban pelaksanaan POPDA. Jadi, apa yang menjadi tugas provinsi dan apa yang menjadi tugas Kabupaten Ngawi dituangkan dalam perjanjian kerja sama atau MoU,” ujar Wiwien.
Menurutnya, setelah penandatanganan nota kesepahaman, tahapan berikutnya adalah menunggu surat resmi dari Gubernur Jawa Timur kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota mengenai keikutsertaan dalam POPDA XV 2026, termasuk penetapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan.
Wiwien mengungkapkan hingga kini masih terdapat sejumlah usulan cabang olahraga dari pengurus provinsi yang tengah dibahas. Dalam rapat koordinasi terakhir bahkan telah dilakukan voting untuk menentukan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Ngawi.
“Masih ada beberapa cabang olahraga yang diusulkan oleh pengprov untuk dipertandingkan. Dalam rakor terakhir sudah dilakukan voting. Saat ini proses masih berjalan sesuai timeline, dan kami tinggal menunggu agenda selanjutnya,” katanya.
Sebagai tuan rumah, Kabupaten Ngawi turut mengusulkan dua cabang olahraga tambahan untuk dipertandingkan, yakni Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (MMA) dan ski air.
“Untuk cabang olahraga usulan tuan rumah ada dua, yakni MMA dan ski air. Saat ini masih menunggu keputusan dari Kepala Dispora Provinsi Jawa Timur terkait persetujuannya. Kita berharap dan berdoa semoga dua cabang olahraga yang diusulkan Kabupaten Ngawi bisa diakomodasi,” imbuhnya.
Selain fokus pada kesiapan teknis penyelenggaraan, Pemkab Ngawi juga menargetkan peningkatan prestasi olahraga pelajar. Jika pada POPDA sebelumnya Ngawi berada di peringkat 28 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, tahun depan daerah tersebut menargetkan mampu menembus posisi 15 besar.
“Target kami minimal masuk 15 besar. Tentu ini membutuhkan persiapan atlet yang maksimal,” tegas Wiwien.
Penyelenggaraan POPDA XV 2026 juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat lokal. Kehadiran ribuan atlet, official, dan kontingen dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur diperkirakan akan meningkatkan okupansi penginapan, konsumsi kuliner, hingga aktivitas usaha masyarakat.
“Harapan kami bukan hanya prestasi, tetapi juga ada dampak ekonomi. Karena nanti seluruh kontingen dari kabupaten/kota di Jawa Timur datang ke Ngawi, mereka menginap, makan, dan menggunakan berbagai fasilitas di daerah. Ini tentu akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Pelaksanaan POPDA XV 2026 di Kabupaten Ngawi diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga pelajar, tetapi juga momentum memperkuat pembinaan atlet muda sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi dan pariwisata daerah. (Esaputra /Koresponden Ngawi).







