IndonesiaBuzz: Ngawi, 29 Mei 206 – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Ngawi kembali menggelar media gathering bersama insan pers di Kantor DPD LDII Ngawi, Kamis (28/5/26). Kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun tersebut menjadi ajang mempererat komunikasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan keagamaan dengan media massa di Kabupaten Ngawi.
Puluhan jurnalis dari berbagai platform media, mulai cetak, elektronik hingga media daring, hadir dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban, terlebih menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Ketua DPD LDII Kabupaten Ngawi, Yadi, menegaskan media memiliki peran penting dalam menjembatani informasi antara organisasi dan masyarakat. Karena itu, hubungan yang baik dengan insan pers dinilai menjadi bagian penting dalam membangun harmonisasi sosial.
“Kalau setahun ketemu sekali rasanya kurang. Ke depan kami berharap sinergi dengan rekan-rekan media bisa semakin intens, semakin akrab, dan semakin baik. Ketika hubungan antarelemen masyarakat baik, maka harmonisasi di lingkungan juga akan tercipta dengan sendirinya,” ujar Yadi.
Dalam kesempatan tersebut, Yadi juga memaparkan arah pembangunan sumber daya manusia yang menjadi fokus LDII. Menurutnya, organisasi tidak hanya menekankan penguatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, dan karakter generasi muda.
Ia menilai tantangan zaman menuntut lahirnya generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu bersaing dalam berbagai sektor kehidupan modern.
“Ke depan generasi muda LDII tidak hanya taat beribadah dan taat beragama, tetapi juga harus mampu bersaing dalam dunia modern, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun sektor lainnya. Jadi warga LDII harus punya nilai tambah, agamanya kuat, pendidikannya tinggi, dan karakternya juga baik,” tegasnya.
Selain pengembangan generasi muda, LDII Ngawi saat ini juga memfokuskan sejumlah program strategis yang dianggap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Di antara delapan program utama organisasi, terdapat empat sektor yang menjadi perhatian khusus, yakni penguatan wawasan kebangsaan, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan energi terbarukan.
“Yang urgent saat ini tentu kebangsaan, pendidikan, kesehatan, dan energi terbarukan. Program-program ini kami dorong agar warga LDII bisa semakin mandiri dan berkontribusi terhadap pembangunan,” jelas Yadi.
Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, LDII Ngawi juga mencatat peningkatan partisipasi warga dalam pelaksanaan kurban. Tahun ini, warga LDII berhasil menghimpun 145 ekor sapi dan 318 ekor kambing untuk disembelih pada Hari Raya Kurban.
Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 142 ekor sapi dan 279 ekor kambing.
Menurut Yadi, nilai keseluruhan hewan kurban yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar. Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya semangat berbagi dan ketahanan ekonomi warga di tengah berbagai tantangan ekonomi nasional.
“Alhamdulillah ada kenaikan. Kalau ditotal nilainya sekitar Rp5 miliar. Walaupun banyak yang mengatakan kondisi ekonomi sedang sulit, warga LDII relatif tidak terlalu terdampak karena mayoritas bergerak di sektor peternakan dan pertanian,” katanya.
Ia menjelaskan sebagian besar hewan kurban berasal dari hasil peternakan mandiri warga. Model ekonomi berbasis produksi tersebut dinilai memberikan keuntungan lebih besar bagi peternak karena proses penjualan dilakukan secara langsung tanpa melalui perantara.
“Mayoritas sapi dan kambing itu hasil ternak sendiri. Jadi tidak terlalu berat bagi warga. Ini juga mendukung program pemerintah dalam penguatan ekonomi dan hilirisasi karena dijual langsung sehingga nilai ekonominya lebih tinggi,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Yadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga optimisme, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah.
“Kita harus tetap bersyukur dan bersemangat membantu pemerintah membangun daerah. Harapannya Ngawi semakin aman, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.
Media gathering tersebut tidak hanya menjadi forum silaturahmi, tetapi juga mencerminkan upaya membangun komunikasi yang konstruktif antara organisasi kemasyarakatan dan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi, memperkuat edukasi publik, serta menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat. (Esaputra /Koresponden Ngawi).







