IndonesiaBuzz: Ngawi, 29 Mei 2026 – Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat serta dampak kebijakan efisiensi anggaran yang memengaruhi berbagai sektor, semangat berbagi pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tetap menyala di Kabupaten Ngawi. Rumah Aspirasi anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan, Budi Sulistyono atau yang akrab disapa Kanang, kembali menyalurkan ratusan hewan kurban kepada masyarakat di berbagai wilayah.
Program kurban yang telah menjadi agenda rutin tersebut tahun ini mendistribusikan sebanyak 12 ekor sapi dan 107 ekor kambing kepada warga serta sejumlah masjid di Kabupaten Ngawi. Penyaluran tidak hanya dipusatkan di Rumah Aspirasi Desa Beran, tetapi juga menjangkau berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang tengah menghadapi tantangan ekonomi.
Tenaga Ahli Budi Sulistyono, Faisol, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur sekaligus komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata yang dapat langsung dirasakan manfaatnya.
“Alhamdulillah, pada Idul Adha tahun ini kami bisa mendistribusikan 12 ekor sapi dan 107 ekor kambing dari Mbah Kung. Ini bentuk kepedulian beliau kepada masyarakat Ngawi, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja. Semoga bisa membantu warga,” ujarnya, Kamis (28/5/26).
Menurut Faisol, makna kurban tidak semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan ibadah keagamaan, melainkan juga menjadi simbol solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Di tengah menurunnya daya beli masyarakat dan berbagai tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian kalangan, semangat berbagi dinilai menjadi salah satu kekuatan sosial yang mampu mempererat hubungan antarmasyarakat.
Ia menambahkan, Budi Sulistyono berharap momentum Idul Adha dapat menjadi pengingat penting tentang nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.
“Harapan Mbah Kung, semoga keikhlasan dalam berkurban tahun ini menjadikan kita pribadi yang semakin taat, peduli, dan terus berbagi kepada sesama, khususnya dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat,” katanya.
Di sejumlah daerah, pelaksanaan kurban tahun ini dilaporkan mengalami penurunan jumlah hewan yang disembelih dibandingkan tahun sebelumnya. Namun kondisi berbeda terlihat di Ngawi, di mana kegiatan sosial berbasis gotong royong dan kepedulian masyarakat masih berjalan cukup kuat.
Tidak hanya berfungsi sebagai wadah penyerapan aspirasi politik, Rumah Aspirasi Budi Sulistyono kini berkembang menjadi ruang pelayanan publik yang memberikan pendampingan kepada masyarakat, termasuk konsultasi dan bantuan dalam berbagai persoalan hukum maupun sosial kemasyarakatan.
Bagi banyak warga, penyaluran hewan kurban tersebut bukan sekadar bantuan konsumsi pada momentum hari raya, melainkan juga simbol hadirnya solidaritas sosial di tengah situasi ekonomi yang menuntut ketahanan dan kebersamaan. Di saat sebagian masyarakat masih berjuang menghadapi tekanan ekonomi, semangat berbagi yang diwujudkan melalui kurban menjadi pengingat bahwa nilai gotong royong tetap menjadi kekuatan penting dalam menjaga kohesi sosial dan harapan bersama. (Esaputra /Koresponden Ngawi)







