Friday, August 28, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home News

TPA Ngadirojo Kritis, Pemkab Wonogiri Dorong Sanitary Landfill dan TPST

by Yudi
February 14, 2026
Reading Time: 3 mins read
TPA Ngadirojo Kritis, Pemkab Wonogiri Dorong Sanitary Landfill dan TPST

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, (foto: Istimewa)

IndonesiaBuzz: Wonogiri, 14 Februari 2026 – Masa operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngadirojo, satu-satunya TPA aktif di Kabupaten Wonogiri, dipastikan berakhir pada akhir Februari 2026. Pemerintah Kabupaten Wonogiri pun berpacu dengan waktu untuk menambah zona baru agar pengelolaan sampah tidak terhenti dan berisiko menimbulkan penumpukan tak terkendali.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perumahan serta Kawasan Permukiman (DLH PKP) Wonogiri, Bahari, menjelaskan TPA Ngadirojo memiliki tiga zona dengan total kapasitas 576.485 meter kubik. Zona A seluas 3 hektare telah habis masa pakainya sejak 2002 dan direklamasi, sementara Zona B seluas 2 hektare berakhir pada 2022. Saat ini, hanya Zona C seluas 0,75 hektare yang masih beroperasi dan akan mencapai batas kapasitas pada akhir Februari mendatang.

“Rata-rata sampah yang masuk ke TPA Ngadirojo mencapai 70 ton per hari. Jika tidak ada penambahan zona, TPA ini berpotensi menjadi gunungan sampah,” ujar Bahari, Jumat (13/2/26).

Ia mengingatkan, kondisi tersebut dapat menyerupai persoalan yang pernah terjadi di TPA Putri Cempo, ketika kapasitas tidak lagi mampu menampung lonjakan timbunan sampah.

BeritaTerkait

Gudang Produksi Box Sound System di Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

Residivis Curi Truk di Ngawi Dilumpuhkan Polisi, Uang Hasil Penjualan Dihabiskan Bersama Kekasih

Sebagai langkah antisipatif, Pemkab Wonogiri pada 2025 telah mengadakan lahan seluas sekitar 0,5 hektare yang masih berada di kawasan TPA Ngadirojo. Lahan tersebut diusulkan menjadi landfill Zona D.

“Kami sudah menyusun kajian teknisnya. Zona D akan menggunakan sistem sanitary landfill atau controlled landfill, sehingga air lindi tidak dibuang begitu saja, tetapi diolah terlebih dahulu,” jelas Bahari.

Saat ini, TPA Ngadirojo telah menerapkan sistem sanitary landfill berstandar nasional dengan lapisan geomembran kedap air untuk mencegah pencemaran tanah oleh air lindi. Tiga TPA lain di Purwantoro, Ngadirojo lama, dan Slogohimo telah ditutup pada 2025 karena masih menggunakan sistem open dumping.

Tak hanya menambah zona landfill, Pemkab Wonogiri juga mengusulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan TPA Ngadirojo kepada pemerintah pusat. Fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan akhir.

Salah satu produk yang direncanakan adalah RDF (refuse derived fuel), yakni bahan bakar turunan sampah yang dapat dimanfaatkan sebagai substitusi batu bara di industri.

“Produk RDF ini bisa menjadi bahan bakar pengganti batu bara dan memiliki nilai jual,” kata Bahari.

Data DLH PKP Wonogiri mencatat, timbunan sampah di wilayah tersebut mencapai 126,9 juta ton per tahun, namun baru sekitar 51,42 persen yang terkelola. Selain itu, belum seluruh kecamatan terlayani oleh TPA Ngadirojo, sehingga persoalan distribusi dan pengangkutan sampah masih menjadi tantangan.

Untuk menekan beban TPA, pemerintah daerah juga menggencarkan penanganan dari hulu melalui pembentukan bank sampah dan kelompok swadaya masyarakat (KSM) pengelola sampah di tingkat desa.

“Kami mendorong pembentukan bank sampah dan KSM agar pengelolaan dilakukan sejak dari sumbernya,” ungkap Bahari.

Direktur Bank Sampah Berseri, Riyanto, menyebut pengelolaan berbasis pemilahan konsisten dapat menghasilkan omzet Rp30 juta hingga Rp70 juta per bulan, sebagaimana diterapkan di Bank Sampah Berseri Bulukerto. Model ini dinilai layak direplikasi di desa-desa lain sebagai solusi ekonomi sirkular sekaligus pengurangan timbunan sampah.

Dengan sisa waktu yang semakin sempit, keberhasilan penambahan Zona D dan pembangunan TPST akan menjadi penentu keberlanjutan sistem pengelolaan sampah di Wonogiri, antara transformasi menuju pengolahan modern atau ancaman krisis kapasitas yang tak terelakkan. Dengan sisa waktu yang semakin sempit, keberhasilan penambahan Zona D dan pembangunan TPST akan menjadi penentu keberlanjutan sistem pengelolaan sampah di Wonogiri, antara transformasi menuju pengolahan modern atau ancaman krisis kapasitas yang tak terelakkan. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)

Tags: DorongPemkab WonogiriPENUHSanitary LandfillTPA NgadirojoTPST
Share220SendScan

Trending

Gudang Produksi Box Sound System di Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta
News

Gudang Produksi Box Sound System di Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

3 minutes ago
Residivis Curi Truk di Ngawi Dilumpuhkan Polisi, Uang Hasil Penjualan Dihabiskan Bersama Kekasih
News

Residivis Curi Truk di Ngawi Dilumpuhkan Polisi, Uang Hasil Penjualan Dihabiskan Bersama Kekasih

13 minutes ago
Pemkab Madiun Promosikan Beras Porang dan Potensi Investasi di AOE 2026
Ekonomi & Bisnis

Pemkab Madiun Promosikan Beras Porang dan Potensi Investasi di AOE 2026

16 hours ago
PN Jakarta Selatan Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah, Status Tersangka Tetap Sah
News

PN Jakarta Selatan Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah, Status Tersangka Tetap Sah

16 hours ago
Buka Muktamar NU, Prabowo Tekankan Pentingnya Keadilan dan Kemakmuran
News

Buka Muktamar NU, Prabowo Tekankan Pentingnya Keadilan dan Kemakmuran

20 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Gudang Produksi Box Sound System di Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

Gudang Produksi Box Sound System di Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

August 28, 2026
Residivis Curi Truk di Ngawi Dilumpuhkan Polisi, Uang Hasil Penjualan Dihabiskan Bersama Kekasih

Residivis Curi Truk di Ngawi Dilumpuhkan Polisi, Uang Hasil Penjualan Dihabiskan Bersama Kekasih

August 28, 2026

TERPOPULER

Perebutan Ketua Demokrat Jatim Mengerucut, Ngawi Tegaskan Dukungan untuk Emil Dardak

Chord Gitar dan Lirik Mangu – Fourtwnty ft Charita Utami

Lingsir Wengi: Ketika Tembang Jawa Dipasung Mitos dan Didegradasi Ketakutan

Grebeg Pakujoyo 2025 Sukoharjo Meriah, Ribuan Warga Serbu Tiga Gunungan

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In