IndonesiaBuzz: Wonogiri, 13 Juni 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan peninjauan langsung ke calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Selomarto, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Peninjauan ini menyusul persetujuan pemerintah pusat atas usulan lahan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri yang menjadi satu-satunya daerah di Soloraya lolos pada tahap II B program tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri, Anton Tiyas Harjanto, menjelaskan bahwa survei lokasi dilakukan oleh tim Kementerian PU selama tiga hari, dimulai sejak Kamis (12/6/2025). Kajian ini mencakup analisis kontur, batas lahan, serta luasan area yang akan dijadikan lokasi pembangunan sekolah rakyat.
“Hari ini Kementerian PU masih survei lokasi. Peninjauan dilakukan selama tiga hari, dari kemarin sampai besok,” ungkap Anton saat ditemui di kantornya, Jumat (13/6/2025).
Sekolah Rakyat yang dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) ini ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMK. Rencananya, sekolah akan memiliki enam rombongan belajar (rombel) untuk SD, 12 rombel untuk SMP, dan 12 rombel untuk SMK. Sekolah ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu serta anak putus sekolah.
Pembangunan infrastruktur dan fasilitas Sekolah Rakyat tersebut direncanakan menelan anggaran hingga Rp180 miliar, seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menyampaikan bahwa lahan seluas 7,6 hektare di kawasan bekas taman wisata Selomoyo telah disiapkan secara legal sebagai lokasi pembangunan. Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat ini menjadi bagian dari strategi penanggulangan kemiskinan melalui perluasan akses pendidikan berkualitas dan gratis bagi masyarakat.
“Sekolah ini nanti khusus warga kurang mampu. Gratis dan boarding school dari SD sampai SMK. Kami memilih lokasi di Selomoyo karena lahannya memenuhi syarat dan milik Pemkab,” terang Setyo.
Lebih lanjut, Pemkab Wonogiri telah menyusun desain dan site plan awal sebagai proyeksi pengembangan kawasan pendidikan tersebut. Hasil survei Kementerian PU nantinya akan digunakan untuk menyusun detail engineering design sebagai dasar pembangunan fisik.
Dengan terobosan ini, Wonogiri tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul dari lapisan masyarakat terbawah.







