IndonesiaBuzz: Ngawi, 14 September 2026 – Prestasi membanggakan ditorehkan petinju-petinju muda Sasana Soerjo Ngawi. Menurunkan 11 atlet yang seluruhnya masih berstatus pelajar, kontingen tersebut sukses membawa pulang 7 medali emas dan 3 medali perunggu dari Kejuaraan Tinju Amatir Piala Wali Kota Surakarta 2026.
Kejuaraan yang berlangsung di Sport Hall Terminal Tirtonadi, Surakarta, itu berakhir pada Minggu malam (13/9/26). Selain memborong medali, Sasana Soerjo Ngawi juga berhasil membawa pulang trofi Petinju Terbaik.
Penghargaan tersebut diraih setelah salah satu petinju Ngawi mampu mengungguli petinju andalan Jawa Tengah dalam persaingan di atas ring.
Capaian ini menjadi catatan positif bagi pembinaan olahraga tinju di Kabupaten Ngawi. Terlebih, para atlet yang diturunkan merupakan petinju usia pelajar yang diproyeksikan untuk menghadapi kompetisi dengan level persaingan lebih tinggi.
Pelatih Sasana Soerjo Ngawi, Didit Koko Nugroho, mengatakan keikutsertaan anak asuhnya di Piala Wali Kota Surakarta bukan semata untuk mengejar medali. Kejuaraan tersebut sengaja dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembentukan mental dan menambah jam terbang para petinju muda.
“Pertama, saya tentunya mengapresiasi perjuangan anak-anak di event ini. Memang untuk kali ini kami sengaja menurunkan anak-anak yang masih pelajar untuk menambah jam terbang,” kata Koko seusai pertandingan, Minggu (13/9/26).
Menurut Koko, hasil yang diraih di Surakarta akan menjadi bahan evaluasi tim pelatih. Setiap pertandingan dinilai penting untuk melihat perkembangan teknik sekaligus kesiapan mental atlet sebelum menghadapi agenda yang lebih besar.
Terlebih, Kabupaten Ngawi akan menjadi tuan rumah POPDA Jatim yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Para petinju pelajar Sasana Soerjo pun dipersiapkan agar mampu tampil lebih matang di ajang tersebut.
“Kami persiapkan mereka untuk POPDA Jatim di Ngawi November nanti. Jadi kejuaraan ini sekaligus untuk menambah pengalaman dan mental bertanding anak-anak,” ujarnya.
Koko menilai raihan tujuh emas dan tiga perunggu, ditambah trofi Petinju Terbaik, menjadi modal berharga bagi para atlet. Namun, ia mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan pembinaan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah medali.
“Yang terpenting anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding. Medali tentu menjadi bonus dari proses latihan dan perjuangan mereka,” imbuhnya.
Hasil di Surakarta sekaligus mempertegas konsistensi Sasana Soerjo Ngawi dalam membina petinju usia pelajar. Dengan POPDA Jatim yang semakin dekat, pengalaman bertanding dan kepercayaan diri yang diperoleh di Surakarta menjadi bekal penting bagi para atlet untuk kembali membawa nama Ngawi di level Jawa Timur. (Esaputra /Koresponden Ngawi)
