IndonesiaBuzz: Wonogiri, 17 September 2026 – Jajaran Polres Wonogiri bergerak cepat menangani sejumlah laporan titik api dan kebakaran lahan yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Wonogiri dalam dua hari terakhir. Petugas diterjunkan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi, melakukan pemadaman dan pelokalisiran api, sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan permukiman warga.
Sedikitnya tiga kejadian kebakaran lahan ditangani jajaran Polres Wonogiri. Kebakaran terjadi di Kecamatan Jatiroto dan Batuwarno pada Selasa (15/9/2026), kemudian disusul kejadian di Kecamatan Sidoharjo pada Rabu (16/9/2026).
Di Kecamatan Jatiroto, personel Polsek Jatiroto langsung melakukan pengecekan setelah menerima laporan adanya titik api di sekitar jalur Tunggangan, Dusun Ngelo, Kelurahan Ngelo.
Dari hasil pengecekan, api telah berhasil dipadamkan. Petugas juga memastikan tidak lagi ditemukan kobaran api maupun kepulan asap di lokasi.
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan milik Perhutani dengan luas sekitar enam hektare.
Sementara di Kecamatan Batuwarno, laporan titik api diterima dari kawasan lahan Perhutani di Lingkungan Tulakan, Kelurahan Selopuro. Personel Polsek Batuwarno melakukan pengecekan hingga malam hari sekaligus berupaya memadamkan api.
Penanganan di lokasi menghadapi tantangan karena medan berupa kawasan pegunungan yang terjal. Selain berada cukup jauh dari permukiman warga, terdapat sejumlah titik kebakaran yang sulit dijangkau.
Luas lahan yang terdampak kebakaran di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 15 hektare.
Dalam proses penanganan, personel Polsek Batuwarno bersama unsur TNI, Perhutani dan masyarakat terus melakukan upaya pemadaman dengan tetap mempertimbangkan keselamatan petugas di tengah kondisi medan yang sulit.
Berdasarkan hasil pengecekan awal, kebakaran diduga dipengaruhi kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang.
Kebakaran kembali terjadi pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di Dusun Sembukan, Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo.
Kali ini, api membakar lahan semak belukar dan hutan rakyat milik Perhutani dengan luas sekitar dua hektare. Kobaran api sempat mengarah dan berpotensi merembet ke kawasan permukiman warga.
Personel Polsek Sidoharjo kemudian melakukan pelokalisiran untuk membatasi pergerakan api. Pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan berupa gepyok guna mencegah kobaran api meluas menuju permukiman.
Ketiga kejadian tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran lahan tidak hanya dilakukan melalui pengecekan lokasi setelah laporan diterima. Jajaran Polres Wonogiri juga terlibat langsung dalam upaya pemadaman dan pelokalisiran api bersama TNI, Perhutani, relawan serta masyarakat.
Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mengendalikan kebakaran sedini mungkin sekaligus mencegah api menjalar ke wilayah yang berisiko, terutama permukiman warga.
Polres Wonogiri mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca panas, kering dan angin kencang.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Apabila menemukan titik api maupun kepulan asap di kawasan hutan dan lahan, warga diimbau segera melaporkannya kepada kepolisian atau aparat terkait agar dapat segera ditangani.
Kecepatan laporan dan penanganan di lapangan menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi bencana yang lebih luas. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







