IndonesiaBuzz: Hiburan— Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong pertumbuhan festival-festival film sebagai bagian dari strategi memajukan kebudayaan nasional. Hal ini disampaikan Fadli dalam penutupan Bali International Film Festival (Balinale) ke-18 yang digelar di Denpasar, Sabtu (8/6).
“Film adalah salah satu wadah penting untuk pemajuan kebudayaan. Di dalamnya terdapat unsur sastra, tari, musik, bahkan kuliner. Ini menjadi medium ekspresi budaya yang sangat lengkap,” ujar Fadli.
Fadli mengungkapkan bahwa sejak awal masa jabatannya, ia berkomitmen merawat ekosistem perfilman nasional. Ia mencatat capaian positif sepanjang 2024 dengan total 81 juta penonton bioskop atau 67 persen dari total kapasitas bioskop nasional.
“Selain tumbuh secara kuantitas, sineas-sineas kita juga mulai diperhitungkan di kancah internasional lewat berbagai festival film. Ini potensi besar yang harus terus didukung,” kata dia.
Ia mendorong tumbuhnya lebih banyak festival film di berbagai daerah agar perfilman nasional bisa menjadi alat promosi budaya lokal sekaligus membangun jaringan internasional.
“Cerita dari Indonesia sangat kaya. Kita ini megadiverse, punya kekayaan budaya yang luar biasa. Sayang kalau tidak dimanfaatkan melalui media film,” tambahnya.
Pendiri sekaligus Direktur Balinale, Deborah Gabinetti, menyatakan bahwa selama 18 tahun terakhir pihaknya berupaya memperluas apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia melalui film.
“Indonesia sudah memiliki semua elemen seni. Tugas kami menghadirkan program yang bisa memelihara kreativitas dan membawa karya-karya itu ke panggung dunia,” ujar Deborah.
Ia juga memastikan keterlibatan sineas internasional dalam Balinale untuk membangun kolaborasi serta mendorong produksi film asing di Indonesia.
Pada Balinale ke-18 tahun ini, panitia memilih pemenang dari 72 film asal 32 negara. Di antaranya film Hope karya Eros Zhao (dokumenter pendek), The Boy with White Skin oleh Simon Panay dan A Lifelike Fairytale oleh Rinaldas Tomaševičius (narasi pendek), serta Suintrah karya Ayesha Alma Almera yang meraih Gary L Hayes Award for Emerging Indonesian Filmmaker.







