IndonesiaBuzz: Surabaya, 1 Maret 2025 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak bersilaturahmi ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). Kunjungan ini dilakukan setelah mereka mengikuti retret di Magelang, Jawa Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah dan Emil didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Arifatul Choiri Fauzi serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Beberapa kepala daerah dari Jawa Timur juga turut hadir, di antaranya Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, dan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
“Kami bersilaturahmi setelah selesai mengikuti retret,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Sabtu (1/3/2025).
Khofifah menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi kesempatan berharga untuk berdiskusi dan mendapatkan wawasan dari Jokowi, yang memiliki pengalaman luas dalam memimpin Indonesia. Menurutnya, pengalaman tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya serta kepala daerah lainnya dalam menjalankan pemerintahan di wilayah masing-masing.
“Kami mendapatkan banyak pengalaman berharga dari beliau sebagai bekal dalam memimpin daerah masing-masing,” katanya.
Lebih lanjut, Khofifah menilai bahwa dinamika pemerintahan terus berubah, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun global. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kepemimpinan menjadi hal yang sangat penting.
“Kita perlu mendapatkan penguatan karena dunia selalu berubah. Dinamika yang terjadi harus kita mitigasi agar tetap bisa menjalankan pemerintahan dengan baik,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi memberikan sejumlah masukan kepada para kepala daerah, terutama terkait perencanaan dan eksekusi program-program besar. Ia menekankan pentingnya menyiapkan model bisnis sebelum menjalankan suatu program agar lebih efektif dan berkelanjutan.
“Beliau berpesan bahwa sebelum memulai program besar, harus ada model bisnis yang jelas. Pasarnya pun harus dipastikan terlebih dahulu sebelum program dikembangkan secara lebih masif,” ungkap Khofifah.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah hilirisasi industri dan pengembangan sektor agro. Menurut Khofifah, Jokowi menyoroti keberhasilan industri manufaktur di Jawa Timur yang telah melampaui target nasional, sehingga perlu didukung dengan penguatan hilirisasi.
“Industri manufaktur Jatim sudah melampaui target nasional. Presiden berpesan agar hilirisasi diperkuat supaya investasi yang masuk dapat memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Di sektor agro, Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar dalam bidang pertanian dan perkebunan dengan berbagai komoditas unggulan, seperti alpukat, durian, salak, dan kelapa. Selain itu, industri ikan hias di Jatim juga tengah berkembang dengan pasar yang semakin kuat.
“Rekomendasi dan masukan dari Presiden ini akan menjadi perhatian kami untuk diterapkan di Jawa Timur,” ujarnya.
Khofifah juga menekankan bahwa wejangan dan petuah dari Jokowi memberikan semangat dan motivasi bagi dirinya serta para kepala daerah yang hadir. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja pemerintahan di masing-masing daerah.
“Beliau berpesan agar kami bisa bekerja lebih baik, lebih cepat, dan lebih trengginas,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa silaturahmi ini juga menjadi ajang memperluas jejaring dan memperkuat sinergi dalam membangun daerah.







