IndonesiaBuzz: Jakarta, 22 Juni 2025 – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencatat sejumlah kepala daerah yang terlambat hadir dalam kegiatan retret kepemimpinan gelombang II, yang digelar Minggu pagi di Kantor Kemendagri, Jakarta (23/6).
Tomsi menyebutkan bahwa keterlambatan tersebut menjadi perhatian khusus, karena kegiatan ini dijadwalkan dimulai sejak pagi hari dan memiliki tujuan mendasar, yaitu pembentukan disiplin bagi para kepala daerah yang baru terpilih untuk periode lima tahun ke depan.
“Yang terlambat ini sudah dari awal kita tandai. Kenapa bisa terlambat? Ini dimulai dari awal pagi hari ini,” ujar Tomsi dalam sesi pembekalan saat apel pembukaan.
Dalam kegiatan yang dirancang menyerupai pelatihan kepemimpinan dan kedisiplinan, para kepala daerah diminta untuk menjalani kegiatan secara mandiri, tanpa didampingi staf atau ajudan seperti dalam aktivitas keseharian mereka.
“Biasanya sehari-hari ada yang menemani, ada yang menyetrika, bersih-bersih sepatu, sekarang urus sendiri,” katanya.
Kegiatan retret juga mengharuskan peserta untuk bangun lebih pagi dan mengikuti sesi olahraga pagi bersama, yang dimaksudkan sebagai pembiasaan memulai agenda kerja lebih awal serta menjaga kebugaran fisik.
“Olahraga biar sehat, itu juga untuk melatih supaya kita biasa rapat pagi,” lanjut Tomsi.
Tomsi juga menegaskan bahwa kepala daerah hanya bisa mengajukan izin untuk tidak mengikuti kegiatan retret apabila memiliki kepentingan yang benar-benar mendesak.
Ia berharap kegiatan retret ini dapat menghasilkan pemimpin daerah yang berintegritas, disiplin, dan mampu bekerja secara mandiri untuk menghadapi tantangan pembangunan di daerah masing-masing.







