IndonesiaBuzz: Jakarta, 12 Maret 2024 – Jagat maya dihebohkan dengan unggahan kontroversial dari akun media sosial @Malika6027 yang menyebutkan bahwa Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono, disinyalir sengaja menutup sumur resapan demi menghilangkan rekam jejak calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan. Akun tersebut menyebut bahwa tindakan ini menjadi penyebab banjir baru-baru ini di 15 ruas Jakarta.
“Dibalik banjir di 15 ruas Jakarta kemarin ternyata penutup sumur resapan sudah ditutup dan diaspal mulus lagi, bener-bener kerja nyata nih Pak Heru utk menghilangkan rekam jejak Pak Anies,” ujar @Malika6027 pada Kamis (7/3/2024).
Unggahan kontroversial tersebut dilengkapi dengan tiga foto, termasuk tangkapan layar pemberitaan salah satu media nasional dan dua foto banjir. Tangkapan layar menyebut lokasi penutupan sumur resapan di Jalan Karang Tengah, Lebak Bulus III, dan Jalan Agraria.
Kompas.com menelusuri klaim tersebut dan mendatangi Jalan Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Rabu (6/3/2024). Meskipun beberapa lubang pada deretan sumur resapan tertutup tanah, sebagian besar masih terlihat jelas. Warga setempat, seperti Murtani (49), menyatakan bahwa kondisi sumur resapan memang belum pernah diaspal dalam setahun belakangan.
“Ah, baru dengar kabar itu (sumur resapan ditutup). Sumur resapan air memang sejak pertama kali dibikin, memang begitu adanya. Enggak ada (diaspal),” ujar Murtani.
Pernyataan serupa juga datang dari seorang pekerja bengkel ban mobil di Jalan Karang Tengah Raya bernama Mudi (32). Ia mengklarifikasi bahwa deretan sumur resapan tersebut belum pernah ditutup atau diaspal dalam beberapa waktu terakhir.
“Ya memang begitu dari awal. Enggak ada ditutup, lihat saja itu. Tapi memang di sini banjir,” ujar Mudi.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi terkait tuduhan tersebut dari Pj Gubernur Jakarta maupun pihak terkait. Publik diimbau untuk menunggu klarifikasi resmi sebelum membuat penilaian lebih lanjut terkait tudingan tersebut. @cinde







