IndonesiaBuzz: Jakarta, 14 Januari 2024 – Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, memberikan tanggapannya mengenai potensi koalisi dengan kubu nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), jika Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 berlangsung dalam dua putaran. Meskipun tidak mengonfirmasi atau menolak rencana tersebut, Ganjar mengimbau semua pihak untuk bersabar dan menyatakan bahwa pihaknya sedang berkomunikasi dengan semua pihak terkait.
“Pesan saya, oh sabar, kami komunikasi dengan semuanya,” ucap Ganjar secara singkat setelah mengikuti acara lari pagi ‘Penguin Seliwerun bersama Ganjar Pranowo & Sandiaga Uno’ di Jakarta pada Minggu (14/1).
Isu mengenai kemungkinan koalisi antara kubu pasangan Anies-Muhaimin dan pasangan Ganjar-Mahfud MD mulai mencuat seiring prediksi bahwa Pilpres 2024 akan memasuki dua putaran. Pernyataan terbaru dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengindikasikan bahwa koalisi di putaran kedua biasanya terjadi antara pemenang nomor 2 dan 3 dalam perolehan suara.
Hasil survei terbaru terus menunjukkan persaingan ketat antara pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, yang bersaing di urutan kedua dan ketiga. Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming tetap konsisten berada di urutan pertama.
Kedekatan antara kubu paslon 1 dan 3 semakin terlihat dalam beberapa momen publik, termasuk usai debat ketiga Pilpres pada 7 Januari lalu. Meskipun belum dapat dipastikan apakah pertemuan dan tindakan bersama tersebut merupakan sinyal koalisi, beberapa pernyataan dari tokoh-tokoh terkait memberikan bahan spekulasi.
Sebagai contoh, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto merespons positif pertemuan akrab antara Anies dan Ganjar usai debat ketiga. Namun, ia enggan mengonfirmasi apakah hal itu merupakan pertanda koalisi di masa depan.
Pertemuan selama perayaan hari ulang tahun PDIP ke-51 yang dihadiri oleh Anies dan Muhaimin serta ucapan selamat dari keduanya melalui media sosial juga turut menambah aroma spekulasi mengenai kemungkinan kerjasama di Pilpres 2024.
Meskipun begitu, pihak terkait seperti Ganjar dan Cak Imin menyatakan bahwa keputusan mengenai koalisi masih harus ditentukan di masa depan, terutama jika Pilpres berlangsung dua putaran. Ganjar menekankan bahwa komunikasi terus berjalan, sementara Cak Imin dari PKB menyatakan keterbukaannya untuk berkoalisi dengan PDIP jika skenario dua putaran terjadi, namun menekankan bahwa pemenang putaran pertama belum dapat diprediksi. @cinde







