IndonesiaBuzz: Jakarta – Perseteruan antara musisi Rayen Pono dan anggota DPR RI Ahmad Dhani terus memanas. Permintaan maaf yang dilontarkan Ahmad Dhani atas dugaan pemelesetan nama marga “Pono” menjadi “Porno” belum bisa diterima oleh Rayen. Ia menilai permintaan maaf tersebut tidak tulus dan hanya bentuk kepatuhan terhadap sanksi Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
Masalah bermula saat Ahmad Dhani diduga salah menyebut nama marga “Pono” menjadi “Porno” dalam diskusi hak cipta di kawasan Senayan, Jakarta, pada April 2025. Kesalahan serupa disebut pernah terjadi sebelumnya, ketika nama marga Pono juga ditulis “Porno” di undangan diskusi yang sama.
Akibat pernyataan tersebut, Rayen Pono melaporkan Ahmad Dhani ke Bareskrim Mabes Polri, didampingi kuasa hukumnya.
Sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani harus menjalani sidang etik di Mahkamah Kehormatan Dewan. Ia dinyatakan bersalah dan diwajibkan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Dalam video permintaan maafnya, Dhani menyatakan:
Saya sebagai anggota DPR RI fraksi Gerindra ingin mengucapkan permintaan maaf kepada pihak, semua pihak khususnya yang melaporkan soal hal-hal yang sudah di laporkan.
Saya sebagai anggota DPR meminta maaf kepada pelapor dan juga meminta maaf atas satu macam slip of the tongue salah mengucapkan sehingga ada salah satu marga berdarah biru yang marah dan tidak terima.
Dan saya sudah membicarakan dan sudah di syuting juga bahwa seumur hidup saya, saya tidak pernah menistakan merendahkan marga meskipun yang bukan darah biru maupun darah biru. Jadi saya tidak pernah punya record itu dan tentunya yang terjadi di jumpa pers waktu itu semuanya tahu kalau itu tidak ada seperti yang dilaporkan.
Tapi sudah terjadi, ya sudah khusus permintaan maaf untuk keluarga Pono mohon maaf atas slip of the tongue yang terjadi di acara diskusi hak cipta.
Meski telah mendengar pernyataan tersebut, Rayen Pono menyatakan dirinya dan keluarga tidak menerimanya. Ia menilai permintaan maaf tersebut hanya bentuk kepatuhan terhadap keputusan MKD dan tidak berasal dari kesadaran pribadi.
“Ahmad Dhani gak minta maaf sama saya kok, dia minta maaf di media,” ujar Rayen saat dikonfirmasi pada Rabu (7/5/2025).
Lebih lanjut, Rayen mengatakan video permintaan maaf Dhani justru menunjukkan sikap yang tidak tulus dan terkesan terpaksa.
“Tonton deh videonya. Permintaan maaf itu karena dia merasa terpojok, bukan karena merasa bersalah,” tegas Rayen.
Rayen Pono memastikan laporan hukum terhadap Ahmad Dhani akan terus berlanjut. Ia bahkan pesimis bahwa Dhani akan benar-benar meminta maaf secara pribadi.
“Orang sombong kayak Ahmad Dhani gak akan minta maaf. Saya yakin dia lebih memilih jalani proses hukum daripada minta maaf,” tutupnya.
Kasus ini menunjukkan bahwa penyelesaian konflik publik tidak cukup hanya melalui permintaan maaf formal. Kejujuran dan ketulusan dinilai menjadi faktor penting yang masih dipertanyakan oleh pihak Rayen Pono. Proses hukum pun dipastikan akan tetap berjalan.







