Saturday, May 30, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Sudut Pandang

7 Penyebab Utama Banyaknya Pejabat di Indo Berani Korupsi

by Ananda
January 29, 2026
Reading Time: 3 mins read
7 Penyebab Utama Banyaknya Pejabat di Indo Berani Korupsi

Gambar : Ilustrasi pejabat negara yang hobi korupsi dan hobi main perempuan.

Indonesiabuzz.com : Redaksi, 29 Januari 2026 – Maraknya kasus korupsi di Indonesia yang terjadi di berbagai lini pemerintahan maupun swasta, membuat redaksi ingin sedikit mengulik tentang penyebab orang memutuskan untuk korupsi, dilihat dari sisi psikologi.

Karena keberanian untuk melakukan korupsi bukan cuma soal hukum lemah atau sistem buruk, tapi juga pola pikir, emosi, dan budaya mental yang terbentuk lama.

Berikut ini 7 penyebab orang memutuskan melakukan korupsi di lingkup yang memang memungkinkan dirinya untuk berkorupsi :

1. Normalisasi perilaku menyimpang.

BeritaTerkait

7 Ciri Utama Lelaki Yang Menyembunyikan KetidakBahagiaan Kronis

TPA Winongo dan Gagalnya Incinerator: Cermin Buruknya Tata Kelola Pembangunan di Kota Madiun

Secara psikologis, orang cenderung meniru lingkungan. Ketika korupsi dianggap sebagai “hal biasa”, atatu dengan pemikiran “semua juga melakukan”, maka otak berhenti untuk memberi alarm moral. Hal ini membuat rasa bersalah menjadi tumpul dan empati pun melemah.

2. Mentalitas “kesempatan” (opportunity mindset).

Banyak pelaku korupsi yang sebenarnya tidak berniat untuk korup, namun godaan muncul saat ada peluang. Psikologi menyebut ini ‘situational ethics’ :

“Kalau tidak ketahuan dan semua aman, kenapa tidak?”

3. Distorsi kognitif (pembenaran diri).

Ketika dorongan untuk melakukan korupsi mulai timbul dalam diri, pelaku sering menciptakan alasan untuk membenarkan perbuatan yang ingin dia lakukan, seperti :

“Gaji saya kecil”

“Saya juga berjasa disini”

“ah…ini cuma sedikit”

Ini disebut ‘self-justification’, mekanisme otak agar tidak merasa bersalah.

4. Keserakahan yang dipicu perbandingan sosial.

Mmelihat kolega yang bisa hidup mewah dapat memicu rasa iri, takut tertinggal, dan juga karena tekanan status. Psikologi sosial menyebut ini ‘relative deprivation’ (merasa kurang, meski sebenarnya sudah cukup).

5. Rendahnya kontrol diri & impulsivitas.

Korupsi sering terjadi karena tidak mampu menunda kesenangan dan/atau lemah dalam pengendalian dorongan dari dalam diri sendiri. Orang dengan self-control rendah lebih mudah tergoda uang cepat dibanding risiko jangka panjang.

6. Kekuasaan merusak empati (power effect).

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa semakin tinggi kekuasaan, empati akan cenderung menurun.

Pelaku akan mulai melihat uang negara sebagai hak, fasilitas jabatan dan bukan lagi milik rakyat.

7. Hukuman yang tidak menimbulkan efek psikologis takut.

Karena hukuman yang ringan, bahkan bisa mendapatkan remisi, masih bisa hidup nyaman, maka rasa takut psikologis tidak akan terbentuk. Otak hanya belajar satu hal, yaitu resikonya kecil, tapi untungnya besar.

Melihat dan mendengar berbagai kasus korupsi di negeri ini, menurut kamu, nomor berapa yang paling banyak menjadi pendorong bagi pejabat untuk korupsi ? (Ananda-Red)

Tags: kasus korupsiKorupsiKorupsi di indonesiaPejabat korupsi
Share220SendScan

Trending

Polisi Dalami Misteri Kematian Satu Keluarga di Kledung, Dugaan Keracunan Makanan dan Gas Masih Diselidiki
News

Polisi Dalami Misteri Kematian Satu Keluarga di Kledung, Dugaan Keracunan Makanan dan Gas Masih Diselidiki

11 hours ago
Polda Jateng Ungkap 61 Kasus 3C Selama Mei 2026, 105 Tersangka Diamankan
News

Polda Jateng Ungkap 61 Kasus 3C Selama Mei 2026, 105 Tersangka Diamankan

11 hours ago
Di Tengah Tekanan Ekonomi, Rumah Aspirasi Kanang Salurkan 12 Sapi dan 107 Kambing Kurban untuk Warga Ngawi
News

Di Tengah Tekanan Ekonomi, Rumah Aspirasi Kanang Salurkan 12 Sapi dan 107 Kambing Kurban untuk Warga Ngawi

11 hours ago
Dedikasi Tanpa Catatan Pelanggaran, Ipda Supiyati Raih Pangkat Pengabdian
News

Dedikasi Tanpa Catatan Pelanggaran, Ipda Supiyati Raih Pangkat Pengabdian

12 hours ago
LDII Ngawi Perkuat Sinergi dengan Media, Jumlah Hewan Kurban Tembus Rp5 Miliar
News

LDII Ngawi Perkuat Sinergi dengan Media, Jumlah Hewan Kurban Tembus Rp5 Miliar

12 hours ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Polisi Dalami Misteri Kematian Satu Keluarga di Kledung, Dugaan Keracunan Makanan dan Gas Masih Diselidiki

Polisi Dalami Misteri Kematian Satu Keluarga di Kledung, Dugaan Keracunan Makanan dan Gas Masih Diselidiki

May 29, 2026
Polda Jateng Ungkap 61 Kasus 3C Selama Mei 2026, 105 Tersangka Diamankan

Polda Jateng Ungkap 61 Kasus 3C Selama Mei 2026, 105 Tersangka Diamankan

May 29, 2026

TERPOPULER

Ngawi Matangkan Persiapan POPDA Jatim XV 2026, Target Tembus 15 Besar

Desa Batur Banjarnegara Sembelih 399 Hewan Kurban, Tradisi Gotong Royong Warga Jadi Sorotan Nasional

Perbakin Kabupaten Madiun Punya Ketua Baru, Candra Fokus Cetak Atlet Berprestasi

Parkir Taman Bantaran Kota Madiun Dipersoalkan, LPMK Angkat Bicara

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In