IndonesiaBuzz: Surakarta, 3 Maret 2025 – Putra Mahkota Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram atau yang lebih dikenal sebagai Gusti Purbaya, baru-baru ini menjadi sorotan publik usai mengunggah pernyataan kontroversial di media sosial pribadinya, @kgpaa.hamangkunegoro.
Dalam unggahan Instagram Story yang kini telah hilang setelah 24 jam, Gusti Purbaya menuliskan kalimat yang memicu berbagai reaksi, yakni, “Percuma Republik kalau cuma untuk membohongi.” Tak hanya itu, ia juga sempat menuliskan, “Nyesel gabung republik,” sebelum akhirnya menghapus unggahan tersebut.
Unggahan ini diduga sebagai bentuk kekecewaannya terhadap sejumlah isu politik dan ekonomi yang berkembang belakangan ini, termasuk dugaan praktik oplosan bahan bakar Pertamax yang ramai diperbincangkan.
Sebagai salah satu tokoh publik dari lingkungan Keraton Surakarta, pernyataan Gusti Purbaya langsung menyita perhatian banyak pihak. Beberapa pihak mempertanyakan maksud unggahannya, sementara yang lain menilai hal tersebut sebagai bentuk ekspresi pribadi atas kondisi negara saat ini.
Profil Singkat Gusti Purbaya
Gusti Purbaya, yang lahir dengan nama Gusti Raden Mas Suryo Mustiko, merupakan putra bungsu dari Pakoe Boewono (PB) XIII dan GKR Pakoe Boewono (KRAy Pradapaningsih). Saat ini, ia berusia 22 tahun dan telah menyelesaikan pendidikan dengan predikat Cumlaude dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang.
Pada 27 Februari 2023, ia resmi diangkat sebagai putra mahkota Keraton Kasunanan Surakarta. Meskipun masih muda, Gusti Purbaya menunjukkan ketertarikan besar dalam dunia hukum dan berupaya untuk berkontribusi di masyarakat, bukan sekadar menjadi simbol kerajaan.
Sebagai anggota keluarga kerajaan, perannya di masa depan dipandang sentral dalam menjaga tradisi dan eksistensi Keraton Surakarta. Ayahnya, Pakubuwono XIII, dikenal sebagai pemimpin yang memegang teguh nilai-nilai budaya dan adat istiadat Jawa.
Kedekatan dengan Tokoh Politik
Gusti Purbaya juga diketahui memiliki kedekatan dengan beberapa tokoh politik nasional, termasuk Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Kedekatan ini menjadi sorotan karena dapat memengaruhi pandangannya terhadap berbagai isu politik di Indonesia.
Sejumlah pengamat menilai bahwa hubungan Gusti Purbaya dengan kalangan politikus muda dapat memberikan perspektif baru dalam memahami dinamika sosial-politik yang berkembang. Dengan latar belakang keluarga dan jejaring yang dimilikinya, ia berpotensi menjadi jembatan antara generasi muda dan dunia politik.







