IndonesiaBuzz: Wonogiri, 21 Juli 2025 – Ribuan warga memadati Bukit Hutan Gendol di Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, Minggu (20/7/25), untuk mengikuti tradisi tahunan Ngrekso Bumi. Tradisi ini digelar sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi yang melimpah, sekaligus upaya menjaga kelestarian alam.
Rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak Sabtu (19/07/25) malam, diawali dengan istighosah dan doa bersama. Tahun ini, suasana menjadi lebih semarak dan istimewa karena Bupati Wonogiri Setyo Sukarno ikut hadir dan bahkan menginap di lokasi sejak pukul 01.30 WIB, Minggu dini hari. Sejumlah pejabat Pemkab Wonogiri juga tampak mendampingi.
Acara dimeriahkan dengan penampilan seni warga setempat, mulai dari tari-tarian tradisional hingga pertunjukan ketoprak bertema pelestarian hutan. Pertunjukan yang dimainkan para seniman lokal ini sukses memikat penonton yang menyaksikan dari lereng-lereng bukit, menambah kesan magis di dataran tinggi tersebut.

Tumpeng dari masing-masing RT di Desa Conto saat diusung warga
Sebelum pentas dimulai, warga menggelar makan bersama dengan nasi tumpeng yang dibawa oleh masing-masing rukun tetangga Desa Conto. Prosesi dilanjutkan dengan kenduri agung dan penghormatan kepada Mbah Sadiman, tokoh lokal yang dikenal berjasa dalam merawat kawasan perbukitan di sekitar desa.
Puncak acara ditandai kirab gunungan setinggi empat meter berisi hasil bumi yang telah didoakan. Ribuan warga berebut isi gunungan tersebut, meyakini bahwa hasil bumi itu membawa berkah. Dalam hitungan menit, gunungan pun habis terbagi, disambut sorak bahagia warga.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyebut, tradisi Ngrekso Bumi menjadi wujud nyata kekayaan budaya sekaligus sarana edukasi wisata berbasis kearifan lokal. “Kegiatan ini menunjukkan bagaimana warga Desa Conto dengan kebersamaannya mengembangkan pariwisata desa, dan yang paling utama melestarikan alam sebagai sumber kehidupan,” ujarnya.
Setyo juga berharap desa-desa lain dapat menggali potensi lokalnya masing-masing, sehingga mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. “Ini bisa menjadi sarana untuk menciptakan ekonomi baru,” tandasnya.







