IndonesiaBuzz: Wanita – Tasya, seorang ibu muda, memiliki cara unik dalam mendampingi pembelajaran anaknya. Ia berusaha menyesuaikan kegiatan belajar dengan minat sang anak agar terasa menyenangkan. Karena anaknya menyukai kipas angin, Tasya menggunakan benda tersebut sebagai alat pendukung untuk mengajarkan konsep matematika sederhana.
“Ketika jumlahnya lebih dari 20 dan tidak bisa dihitung dengan jari, saya ajarkan konsep mendata dengan membuat daftar. Hal ini juga melatih keterampilan problem solving-nya, misalnya ketika kipas tidak menyala atau berputar lambat, dia belajar mencari tahu penyebabnya,” ujar Tasya.
Menurutnya, anak-anak bisa belajar dari hal-hal yang mereka sukai, dan orang tua dapat memberikan stimulasi yang tepat agar proses belajar menjadi pengalaman menyenangkan. Pendekatan ini, kata Tasya, bukan hanya membuat anak lebih antusias, tetapi juga membangun fondasi penting sebelum mereka memasuki pendidikan formal di sekolah.
“Kegiatan sehari-hari bisa menjadi momen belajar yang berarti, terutama jika didukung oleh kehadiran dan perhatian kita sebagai orang tua. Ini menjadi dasar yang penting sebelum anak-anak memasuki pendidikan formal di sekolah, di mana mereka akan mulai bersaing dalam dunia akademis,” jelasnya.
Tasya menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan stimulasi sesuai minat anak, terutama untuk membangun keterampilan dasar seperti problem solving dan belajar melalui eksplorasi. Pendekatan ini, menurutnya, membantu anak lebih siap menghadapi tantangan pendidikan formal sambil tetap menikmati proses belajar.
Dengan cara ini, Tasya berharap anaknya tidak hanya memahami konsep-konsep dasar, tetapi juga mengembangkan rasa percaya diri dan keterampilan kritis yang dibutuhkan di masa depan.







