IndonesiaBuzz: Ngawi, 28 September 2026 – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ngawi mengevakuasi seorang pria berinisial Santosa (30) yang dilaporkan mengamuk sambil membawa senjata tajam di Desa Cangakan, Kecamatan Kasreman, Minggu (27/9/26).
Situasi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran warga. Pasalnya, Santosa juga diduga menganiaya ibu kandungnya hingga mengalami luka memar dan lebam pada bagian wajah.
Akibat kejadian itu, sang ibu disebut mengalami trauma dan tidak berani kembali ke rumah.
Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Ngawi Budiono membenarkan adanya laporan mengenai kejadian tersebut.
“Bermula adanya aduan masyarakat untuk mengevakuasi ODGJ yang mengamuk dan membawa sajam. ODGJ tersebut sebelumnya telah menganiaya ibu kandungnya,” kata Budiono saat dikonfirmasi melalui telepon.
Setelah menerima laporan, petugas Satpol PP langsung menuju lokasi untuk mengamankan situasi. Mengingat adanya senjata tajam dan potensi risiko terhadap warga, petugas melakukan pendekatan secara persuasif dengan tetap memperhatikan prosedur keselamatan.
“Satpol PP merespons cepat karena situasi membahayakan keselamatan dan ketenteraman warga desa tersebut, dengan melakukan pendekatan dan melakukan evakuasi sesuai SOP,” ujarnya.
Proses evakuasi tidak dilakukan secara gegabah. Petugas berkoordinasi dengan sejumlah unsur di lapangan untuk memastikan pria tersebut dapat diamankan tanpa menimbulkan risiko yang lebih besar.
Upaya tersebut berlangsung hampir satu jam. Santosa akhirnya berhasil diamankan dengan dukungan Babinsa, Linmas, dan warga setempat.
Setelah dievakuasi, Santosa kemudian dibawa ke Ruang Teratai RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Setelah dapat dievakuasi bersama Babinsa, Linmas dan warga setempat, ODGJ dibawa ke Ruang Teratai RSUD dr. Soeroto guna penanganan medis lebih lanjut,” kata Budiono.
Penanganan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi Santosa mendapat penanganan medis sekaligus mengakhiri situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketenteraman warga.
Satpol PP Ngawi menegaskan respons cepat diperlukan dalam situasi yang berpotensi membahayakan masyarakat, dengan tetap mengedepankan prosedur pengamanan dan koordinasi dengan unsur terkait. @yudi







