IndonesiaBuzz: Wonogiri, 28 September 2026 – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Wonogiri menyiapkan 86 atlet untuk berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Kontingen Wonogiri akan turun pada 20 cabang olahraga (cabor) yang dinyatakan lolos kualifikasi.
Ketua KONI Wonogiri Sungkono mengatakan kontingen yang dipersiapkan berjumlah sekitar 145 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 86 atlet serta pelatih dan ofisial.
“Wonogiri untuk seleksi Porprov tahun kemarin meloloskan 20 cabor. Dari 20 cabang olahraga itu sekitar 145 dengan kekuatan 86 atlet, sisanya ofisial dan pelatih,” kata Sungkono, Senin (28/9/26).
Saat ini, KONI Wonogiri masih mematangkan persiapan dengan memantau pelaksanaan pemusatan latihan atau training center (TC) masing-masing cabor. Evaluasi dilakukan untuk memastikan kesiapan atlet menjelang pertandingan.
Judo, Sepak Takraw, dan Voli Pantai Jadi Andalan
Dari 20 cabor yang lolos kualifikasi, KONI Wonogiri menaruh harapan pada sejumlah cabang, terutama judo, sepak takraw, dan voli pantai.
Ketiga cabor tersebut dinilai memiliki peluang untuk menyumbangkan medali emas maupun perak. Perkembangan atlet dari tiga cabor itu disebut menunjukkan tren positif selama masa persiapan.
“Yang jelas sekitar itu [tiga cabor]. Selain itu juga dimungkinkan kontingen lain mampu memperoleh medali. Tetapi medali emas atau perak kita harapkan dari tiga cabor itu,” ujar Sungkono.
KONI Wonogiri tetap membuka peluang bagi cabor lainnya untuk menyumbangkan medali. Sejumlah cabang ditargetkan dapat meraih medali perak maupun perunggu untuk menambah perolehan kontingen.
Berdasarkan komunikasi dengan pengurus masing-masing cabor, Wonogiri menargetkan sekitar tujuh medali emas pada Porprov Jateng 2026.
Bidik Masuk 30 Besar
Selain perolehan medali, KONI Wonogiri membidik perbaikan posisi dalam klasemen Porprov Jawa Tengah. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Wonogiri berada di peringkat ke-34.
KONI menargetkan kontingen Wonogiri mampu menembus posisi 30 besar pada Porprov 2026.
“Kalau target saya dari KONI itu hanya memperbaiki peringkat dari Porprov periode kemarin. Kalau periode kemarin peringkat 34, sedapat mungkin ini di bawah 30,” kata Sungkono.
Untuk mencapai target tersebut, KONI masih melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan TC seluruh cabor.
Sejumlah pemusatan latihan telah dipantau secara langsung, antara lain panahan, balap sepeda nomor downhill di Giriwoyo, voli pantai di Parangtritis, serta bulu tangkis. KONI juga berencana memantau latihan balap motor di Magetan dan grasstrack di GOR Assalam.
“Semua cabor insya Allah nanti kita monev. Kita berikan dorongan semangat agar nanti dengan segala keterbatasan bisa berprestasi lebih baik,” ujar Sungkono.
Atlet Didorong Bawa Nama Wonogiri
Selain aspek teknis, Sungkono menilai faktor mental dan rasa memiliki terhadap daerah menjadi bagian penting dalam persiapan atlet.
Ia mendorong setiap atlet memiliki rasa tanggung jawab terhadap daerah yang diwakilinya sehingga dapat menjadi motivasi tambahan saat bertanding.
“Kami setiap ketemu dengan cabor dan atlet, saya dorong untuk ikut memiliki Wonogiri. Merasa hambeg beni Wonogiri. Dengan begitu karena dia punya rasa tanggung jawab moral, akan menumbuhkan semangat dalam pertandingan perebutan medali di Porprov,” katanya.
KONI Wonogiri berharap persiapan yang terus dimatangkan dapat membantu para atlet tampil maksimal sekaligus mencapai target tujuh medali emas dan memperbaiki posisi kontingen pada Porprov Jawa Tengah 2026. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







