IndonesiaBuzz: Semarang, 27 Oktober 2023 – Kepala SMK Negeri 1 Tengaran, Kabupaten Semarang Farida Fahmalatif, mengatakan bahwa konsep awal pembuatan mobil listrik tersebut diawali dari tantangan yang diberikan kepada siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
“Kebetulan di mars (himne) lagu (SMKN 1 Tengaran) ada lirik yang menyatakan bahwa kami adalah pencipta mobil teknologi ganda. Nah, saya bilang ini liriknya yang mau diganti atau berusaha mewujudkan mimpi itu,” ungkap Farida, Senin (23/10/2023).
Berawal dari potongan lirik tersebut, pihak sekolah akhirnya berupaya mewujudkan mimpinya. Bekerja sama dengan Estima Industry di Solo, SMKN 1 Tengaran mengirim siswa dan guru untuk belajar tentang perakitan dan pembuatan mobil listrik.
“Kemudian mobil listrik dikerjakan di sini. Mulai dari awal hingga akhir, yang melibatkan peserta didik,” jelasnya.
Farida menambahkan, saat ini mobil listrik buatan SMKN 1 Tengaran Semarang masih prototipe, mobil listrik X-SATA EV ini masih membutuhkan banyak pengembangan.
“Anak-anak inilah nanti yang akan menerima fresh ilmunya, baik dari industri dan dari bapak-ibu guru. Jadi yang jelas, tujuan utamanya adalah untuk peningkatan kualitas pembelajaran, dan pada ending-nya adalah kualitas peserta didik itu sendiri,” terang Farida.
Sementara itu, guru teknik otomotif SMKN 1 Tengaran, Aris Abadi, menerangkan tentang awal proses pembuatan mobil listrik tersebut. Ia menyatakan terdapat tiga tim yang terlibat dalam pembuatan mobil listrik ini, yakni tim sasis, elektrikal, dan finisihing.
Ia pun juga mengatakan terdapat kendala dalam pembuatan mobil listrik ini yaitu perubahan pengajaran dari mobil berbahan bakar BBM ke mobil listrik. Selain itu, tentang pembuatan kerangka mobil yang baru.
“Tantangannya adalah bagaimana mobil ini benar-benar layak dipakai di jalan umum. Mobil ini juga benar-benar menggunakan kerangka baru, bukan kerangka dari mobil lama,” kata Aris.
Mobil listrik ini dikerjakan selama tiga minggu dengan melibatkan sejumlah guru dan enam siswa. Saat ini mobil listrik garapan SMKN 1 Tenggaran tersebut dapat melaju dengan kecepatan rata-rata 60 km per jam dengan jarak tempuh mencapai 60 km.
“Tanjakan kita juga pernah mencoba dan turunan juga pernah mencoba. Ternyata tidak masalah, karena daya listrik mencapai 15.000 kilowatt,” ujar Aris







