IndonesiaBuzz: Madiun, 23 November 2024 – Ratusan mahasiswa memenuhi aula I-Club Kota Madiun pada Jumat (22 November 2024), untuk mengikuti diskusi berjudul “Menghadapi Disinformasi: Tantangan Gen Z dalam Menjaga Demokrasi”.
Acara ini, yang diorganisir oleh Suara Demokrasi Madiun, menghadirkan narasumber utama Rocky Gerung, seorang pengamat politik dan filsuf terkenal, dan didampingi Erlangga sebagai pembicara serta Martin Paes berperan sebagai moderator.
Hadirnya diskusi ini adalah untuk memberikan sudut pandang kritis bagi generasi muda dalam merespons arus informasi dan melindungi nilai-nilai demokrasi di tengah era digital.
Disinformasi, yang didefinisikan sebagai penyebaran informasi yang tidak akurat atau menyesatkan secara sengaja, menjadi ancaman signifikan di era digital.
Dalam konteks demokrasi, disinformasi bisa menimbulkan kebingungan, mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap institusi, dan berpotensi merusak proses pengambilan keputusan.
Oleh karena itu, diskusi ini menekankan peran generasi Z sebagai pelopor dalam melawan ancaman tersebut. Rocky Gerung menyatakan bahwa memelihara demokrasi bukan hanya berkaitan dengan rasa aman, tetapi juga menciptakan kesadaran akan ketidakamanan di masa depan.
“Dinamika generasi baru bukanlah mencari rasa aman, melainkan seharusnya merasakannya sebagai kemarahan atas kesadaran ketidakamanan masa depan. Dengan perasaan ini, kita akan menjadi lebih kritis dan logis, yang akhirnya menjaga demokrasi kita tetap berjalan,” tegas Rocky.
Erlangga menambahkan bahwa masalah disinformasi di kalangan generasi Z juga dipengaruhi oleh refleksi dari generasi sebelumnya.
“Memang benar bahwa generasi Z sering kali dianggap kurang terampil dalam menyandingkan kebenaran. Namun, hal ini adalah cerminan dari generasi sebelumnya yang sering kali gagal memberikan contoh yang baik. Kita perlu menekankan akal sehat untuk memperbaiki pola pikir ini dan membantu generasi baru menjadi lebih pandai dalam memilah informasi,” ujar Erlangga.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama, bahwa generasi muda bukan hanya penerus warisan, tetapi juga agen perubahan. Dengan bekal akal sehat dan keberanian berpikir kritis, generasi Z mampu menghadapi tantangan disinformasi dan menjadi pilar utama bagi demokrasi yang sehat.
Diskusi berlangsung dengan interaksi yang penuh semangat melalui sesi tanya jawab. Salah satu mahasiswa, Andro, mengajukan pertanyaan yang menarik perhatian.
Ia bertanya, sebagai generasi saat ini, bagaimana kita dapat terus berpikir konsisten, kritis, bebas, dan mandiri, padahal setelah lulus, kita sering terjebak dalam tuntutan ekonomi dan kenyataan hidup yang mengarah pada kompromi terhadap idealisme kita.
Pertanyaan ini direspon dengan lugas oleh Rocky Gerung.
“Menjadi kritis tidak berarti melawan realitas, tetapi mengatur kebutuhan hidup tanpa kehilangan nilai dan kebebasan berpikir. Tantangan ekonomi memang ada, namun itu bukan alasan untuk menyerah. Demokrasi tumbuh dari individu yang berani berpikir merdeka dan konsisten, bahkan dalam tekanan. Jangan takut untuk mempertanyakan, karena itulah kunci untuk menjaga demokrasi,” jawab Rocky.
Di sisi lain, Erlangga menambahkan bahwa kebebasan berpikir tidak pernah bertentangan dengan kenyataan. Sebaliknya, kebebasan berpikir adalah alat untuk memahami realitas. Generasi Z perlu belajar bahwa kebebasan adalah hak, namun tanggung jawab untuk memelihara kebebasan itu adalah kewajiban yang harus dilaksanakan bersama.
Rocky Gerung juga mengungkapkan kritiknya terhadap dinamika demokrasi lokal. Dalam konteks lokal, Rocky menyoroti dinamika demokrasi di Madiun.
“Ada krisis, ada keinginan untuk memperbarui cara berpikir. Memelihara suasana berpikir kritis adalah yang paling penting. Jika ada perdebatan, itu bukan masalah. Justru yang kita butuhkan adalah mahasiswa yang tidak hanya mampu mengkritik, tetapi juga mampu menilai pemimpin secara objektif. Demokrasi yang sehat dimulai dari ruang kelas dan diskusi seperti ini,” kata Rocky Gerung di hadapan ratusan peserta.
Diskusi ini berhasil memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya berpikir kritis dalam mengatasi disinformasi dan melindungi nilai-nilai demokrasi.
Dengan hadirnya narasumber seperti Rocky Gerung dan Erlangga, para peserta tidak hanya diminta untuk memahami tantangan yang ada, tetapi juga diberikan pemikiran untuk berkontribusi pada solusi.
Antusiasme yang ditunjukkan mahasiswa membuktikan bahwa generasi Z bukan hanya penerus demokrasi, tetapi juga penjaganya.
Diharapkan, acara seperti ini dapat terus diadakan untuk memperkuat kesadaran bersama dan membangun generasi yang tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan.(@Tim/Nar)







