IndonesiaBuzz: Madiun, 10 April 2024 – Sebanyak 693 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun di bawah Kanwil Kemenkumham Jawa Timur dipastikan akan menerima remisi khusus dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Kepala Lapas Pemuda Madiun, Ardian Nova Christiawan, Rabu (10/4/2024).
Menurut Ardian, remisi yang diberikan terbagi dalam dua kategori, yakni remisi khusus I, yang berupa pemotongan masa tahanan, dan remisi khusus II, yang memungkinkan warga binaan langsung bebas setelah pemberian remisi.
“Dari total yang mendapatkan remisi, terdapat empat orang yang akan mendapatkan kesempatan emas untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di luar tembok penjara,” terang Ardian.
Pemberian remisi ini merupakan apresiasi atas sikap dan perilaku positif yang ditunjukkan oleh para warga binaan selama menjalani masa rehabilitasi di Lapas, termasuk prestasi, dedikasi, dan disiplin tinggi dalam mengikuti program pembinaan, serta pemenuhan syarat substansi dan administratif sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Selain itu, dalam rangka menyambut hari raya, Lapas Pemuda Madiun juga telah menyiapkan layanan khusus untuk kunjungan keluarga. “Kami membuka jam layanan kunjungan keluarga khusus Idul Fitri selama empat hari, dari tanggal 10 hingga 13 April 2024,” kata Ardian.
Ia juga menambahkan bahwa kunjungan tersebut akan dibagi dalam dua sesi setiap harinya, yakni sesi pertama dari pukul 08.00 sampai 12.00 dan sesi kedua dari pukul 13.00 sampai 15.00.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada warga binaan untuk terus menunjukkan perilaku terbaik mereka selama berada di dalam lembaga pemasyarakatan, sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk merajut kembali hubungan sosial dengan keluarga dan masyarakat.
Inisiatif pemberian remisi khusus pada hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengimplementasikan kebijakan pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan, sekaligus mendorong integrasi sosial warga binaan pasca-bebas. (Humas/Red)







