IndonesiaBuzz: Madiun, 17 Januari 2024 – Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Madiun, bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu Kota Madiun, dan Polres Kota Madiun, menggelar sosialisasi terkait pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Kegiatan ini diikuti oleh Kalapas beserta jajaran petugas dan seluruh warga binaan Lapas Pemuda Madiun, yang berjumlah 1.055 orang, di Aula Adi Sujatno Gedung BLK lantai 2 Lapas Pemuda Madiun, Rabu (17/01/2024).
Kegiatan sosialisasi dimulai dengan pembukaan oleh Kalapas Pemuda Madiun, Ardian Nova Christiawan dalam sambutanya ia menyampaikan terima kasih kepada Komisioner dan Tim KPU Kota Madiun, petugas, serta warga binaan Lapas Pemuda Madiun yang turut hadir dalam acara tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada KPU Kota Madiun yang telah hadir. Harapannya, saudara-saudara sekalian dapat bertanya terkait teknis pemilihan umum yang akan diselenggarakan bulan depan. Selain itu, saya harap pada pemilu tahun ini warga binaan agar dapat menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Ardian.
Ia juga berharap agar warga binaan dapat mengajukan pertanyaan terkait teknis pelaksanaan Pemilihan Umum Tahun 2024.
Kegiatan sosialisasi ini diadakan untuk memberikan pemahaman kepada petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Pemuda Madiun tentang pelaksanaan pemilu yang akan digelar pada 14 Februari mendatang.
Petugas KPU memberikan beberapa materi sosialisasi, antara lain mengenai pentingnya pemilu, pengenalan peserta pemilu yang akan dipilih pada Pemilu 2024, yang melibatkan Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten. KPU juga memperkenalkan 5 surat suara yang akan digunakan dalam pemilihan.
Tak lupa, KPU menegaskan bahwa di lokasi khusus seperti di Lapas Pemuda Madiun, tidak semua WBP akan mendapatkan 5 surat suara. Hal ini disebabkan oleh ketentuan bahwa untuk pemilihan DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten, pemilihannya akan disesuaikan dengan masing-masing daerah atau alamat.
Dengan kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan instansi terkait, diharapkan bahwa sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada warga binaan, sehingga mereka dapat melibatkan diri dengan baik dalam proses demokrasi pada Pemilihan Umum 2024. (Hms/Red)







