IndonesiaBuzz: Surakarta, 13 September 2024 – GRAy Putri Purnaningrum, putri dari SISKS Pakoe Boewono XIII (PB XIII), memberikan tanggapan tegas terkait insiden kericuhan yang terjadi saat Tradisi Tabuh Gamelan beberapa waktu lalu. Dalam konferensi pers yang digelar Karaton Kasunanan Surakarta di Talang Paten, Jumat (13/9/2024),
Putri Purnaningrum menyampaikan pesan dari almarhum kakeknya, Sinuhun Pakoe Boewono XII.
“Pesan dari Sinuhun Kaping XII, beliau pernah memberi pesan, sejelek apapun raja, secacat apapun raja, dan dalam kondisi apapun seorang raja, Kraton Surakarta tetap dipimpin oleh seorang raja,” ungkap Putri Purnaningrum dengan tegas.
Ia menegaskan bahwa kedudukan SISKS Pakoe Boewono XIII masih sah sebagai raja yang memimpin Karaton Surakarta, dan dalam kondisi apapun, beliau masih berhak memberikan Dhawuh Dalem yang harus ditaati.
“Beliau masih bertahta, jadi dalam kondisi apapun beliau masih bisa memberikan dhawuh yang berlaku,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Putri Purnaningrum juga menekankan bahwa tugas-tugas di dalam Karaton Kasunanan Surakarta tidak dapat dilakukan secara sepihak tanpa izin atau koordinasi dengan raja yang sedang bertahta. Ia memperingatkan bahwa tindakan yang dilakukan tanpa persetujuan raja dapat dianggap sebagai pelanggaran.
“Jika tugas-tugas dilakukan sendiri tanpa koordinasi dan tanpa dhawuh dalem, itu sudah termasuk makar atau melanggar dhawuh dari Sinuhun,” ujarnya.
Ia berharap agar masyarakat memahami pesan ini dan menegaskan kembali bahwa SISKS Pakoe Boewono XIII masih berkuasa dan harus dihormati dalam menjalankan upacara-upacara adat di Karaton Surakarta.
“Pesan dari Sinuhun Pakoe Boewono XII masih sangat kami pegang teguh, terutama oleh wayah-wayah dalem dan putra dalem yang mengemban tugas-tugas di Kraton,” tutupnya.







