IndonesiaBuzz: Madiun, 29 Januari 2026 – Polres Madiun Kota menegaskan komitmennya menjadikan keselamatan pengguna jalan sebagai bagian dari pelayanan publik menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi lintas sektor dalam Rapat Koordinasi Eksternal Operasi Keselamatan Semeru 2026, Rabu (28/1/26).
Rakor yang digelar di Gedung Soenaryo Polres Madiun Kota itu melibatkan sejumlah instansi strategis, mulai dari unsur TNI, dinas teknis pemerintah daerah, hingga perwakilan pengemudi ojek daring. Kolaborasi ini diarahkan untuk memastikan pelayanan lalu lintas yang aman dan responsif bagi masyarakat, sekaligus menekan potensi kecelakaan di ruang publik.
Wakapolres Madiun Kota Kompol Bambang Eko menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2026 dirancang sebagai upaya preventif yang menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama, bukan semata penegakan hukum.
“Operasi Keselamatan Semeru 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 2 sampai 15 Februari 2026. Operasi ini mengedepankan edukasi, pencegahan, dan pembinaan sebagai bentuk pelayanan publik agar masyarakat merasa terlindungi dan sadar akan keselamatan berlalu lintas,” ujar Kompol Bambang Eko.
Menurutnya, peningkatan aktivitas masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak diimbangi dengan kedisiplinan berlalu lintas dan kehadiran negara melalui pelayanan yang optimal.
Senada dengan itu, Kabag Ops Polres Madiun Kota Kompol Suprapto menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan 2026 difokuskan pada pencegahan kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan humanis dan kolaboratif. Penindakan, kata dia, tetap dilakukan secara terukur terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Fokus kami adalah pencegahan. Menekan pelanggaran kasat mata, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta menghadirkan lalu lintas yang aman dan tertib sebagai bentuk perlindungan kepada pengguna jalan,” jelas Kompol Suprapto.
Ia menambahkan, keterlibatan instansi lain, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan edukasi keselamatan, mulai dari sekolah hingga komunitas masyarakat. Sementara itu, sinergi dengan Dinas Perhubungan dan Satpol PP diarahkan untuk pengawasan dan pengendalian lalu lintas di titik titik rawan kecelakaan.
Melalui rakor ini, Polres Madiun Kota berharap tercipta pola pelayanan lalu lintas yang terintegrasi dan berorientasi pada keselamatan warga. Operasi Keselamatan Semeru 2026 diharapkan tidak hanya menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap kehadiran aparat sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.
Dengan pendekatan pencegahan dan edukasi yang diperkuat, Polres Madiun Kota menargetkan terciptanya situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas Ramadhan dengan nyaman dan selamat. (Kridho S/Koresponden Madiun)







