IndonesiaBuzz: Wonogiri, 9 Juli 2025 – Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menghadiri panen raya kunyit di Dusun Sanggrahan, Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo, Selasa (8/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis rempah lokal, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani di daerah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo mengungkapkan bahwa mayoritas warga Dusun Sanggrahan bermata pencaharian sebagai petani kunyit. Komoditas ini memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi, terutama dari Jakarta yang sepanjang 2024 mencatat permintaan mencapai 40 ton.
“Hal ini menunjukkan potensi besar komoditas kunyit bagi petani lokal. Melalui panen raya ini, diharapkan terjadi peningkatan produktivitas dan pendapatan petani, serta terbukanya jalur pasokan ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya,” ujar Bupati.
Ia juga mengajak para petani di wilayah Hargantoro maupun Kecamatan Tirtomoyo untuk mulai menerapkan sistem pertanian yang lebih baik terhadap tanaman herbal, seperti empon-empon. Menurutnya, selama ini tanaman herbal belum dibudidayakan secara optimal.
“Budidaya tanaman herbal memiliki nilai ekonomi cukup tinggi, minim perlakuan, dan bisa dilakukan secara sederhana. Namun jika dikelola dengan baik, bisa memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap pemasukan keluarga,” katanya.
Bupati turut mengapresiasi peran PT Biokenversi Indonesia yang telah aktif memberikan edukasi pertanian cerdas kepada masyarakat. Edukasi yang diberikan mencakup prinsip pertanian efektif dan efisien guna meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani.
“Ada harapan besar bahwa program PT Biokonversi ini dapat berkembang dan menyentuh seluruh rantai produksi, dari hulu hingga hilir. Termasuk edukasi pascapanen, penyimpanan, hingga pemasaran. Harapan kita, program ini bisa terus berlanjut dan meluas,” ungkapnya.
Lebih jauh, Bupati Setyo menekankan pentingnya pengembangan program serupa di wilayah lain di Wonogiri yang memiliki keragaman komoditas pertanian. Ia menilai, setiap kecamatan memiliki potensi yang bisa dioptimalkan sesuai dengan karakteristik lokal masing-masing.







