IndonesiaBuzz: Jakarta, 11 Juni 2025 – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengungkapkan bahwa hingga saat ini, sekitar 90 persen desa di Indonesia telah melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk membentuk Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
“Dari sisi pembentukan, Insya Allah sekitar 90 persen desa telah melaksanakan Musdesus. Kami terus mendorong agar seluruh desa di Indonesia dapat berpartisipasi dalam program ini,” kata Yandri usai menghadiri pembukaan kegiatan Sharing Knowledge Desa Berketahanan Pangan dan Iklim di Jakarta, Selasa malam (10/6).
Berdasarkan data, Indonesia memiliki 75.265 desa. Dengan 90 persen desa yang telah menggelar Musdesus, diperkirakan sekitar 67 ribu desa telah memulai proses pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
Menteri Yandri mengungkapkan bahwa wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua, masih menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaan Musdesus. Meskipun demikian, ia menambahkan, hampir seluruh desa di Indonesia bagian tengah dan barat telah berhasil menyelenggarakan musyawarah tersebut.
“Wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua, memang masih menghadapi tantangan. Namun, di wilayah Indonesia tengah dan barat, hampir 100 persen desa telah menyelesaikan Musdesus untuk membentuk Koperasi Desa atau Musyawarah Kelurahan untuk Koperasi Kelurahan,” jelas Yandri.
Setelah Musdesus, tahapan selanjutnya adalah pembuatan akta notaris sebagai legalitas awal bagi Koperasi Desa Merah Putih. Yandri mengonfirmasi bahwa banyak desa yang telah menyelesaikan pembuatan akta notaris dan saat ini sedang dalam proses pengajuan badan hukum ke Kementerian Hukum dan HAM.
“Setelah akta notaris selesai, kami akan mengajukan ke Menteri Hukum untuk mendapatkan badan hukum. Kami menargetkan badan hukum Koperasi Desa Merah Putih ini akan resmi pada akhir Juni mendatang,” ujarnya.
Yandri optimis bahwa seluruh target terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dapat tercapai sesuai rencana. Ia juga menyampaikan bahwa beberapa desa yang belum menyelenggarakan Musdesus diharapkan dapat segera melakukannya dalam waktu dekat.
“Insya Allah, semua target ini dapat tercapai tepat waktu. Hanya tinggal beberapa desa lagi yang belum menyelenggarakan Musdesus, dan kami terus mendorong agar mereka dapat segera bergabung dalam program ini,” kata Yandri.







