IndonesiaBuzz: Tulungagung, 25 November 2023 – Seorang pelajar SMAN 1 Ngunut, Kabupaten Tulungagung, inisial REB, meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan oleh pelatih silatnya, DAR. Pelatih silat itu kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Tulungagung.
Kejadian tragis ini bermula saat REB mengikuti latihan silat rutin pada Sabtu (18/11/2023) di sekolahnya. Saat melakukan pemanasan, DAR menendang ulu hati REB hingga terpental. REB merasakan sakit, tetapi DAR hanya menyuruhnya kayang untuk menghilangkan rasa nyeri.
“Korban awalnya berlatih di SMAN 1 Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Tersangka menyuruh korban dan teman-temannya pemanasan dan pasang kuda-kuda. Tersangka kemudian menendang ulu hati korban hingga korban terpental. Korban kemudian disuruh kayang untuk menghilangkan rasa nyeri,” Kata AKBP Teuku Arsya, Kapolres Tulungagung, saat rilis di mako, Sabtu (25/11/2023).
Saat sampai di rumah, REB mengeluhkan rasa nyeri di punggungnya. Keluarganya membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa. Hasil rontgen menunjukkan tidak ada masalah, sehingga REB diperbolehkan pulang.
Namun, kondisi REB semakin memburuk. Ia mengalami demam tinggi dan harus dibawa kembali ke rumah sakit. Sayangnya, nyawa REB tidak tertolong. Ia meninggal dunia pada Rabu (22/11/2023).
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Muchamad Nur menjelaskan, dari hasil autopsi pada jasad REB mengejutkan. Ternyata, REB mengalami luka memar pada rongga dada dan penggumpalan darah di otak, yang disebabkan oleh tendangan DAR.
“Dari hasil autopsi pada jasad korban, ditemukan adanya luka memar pada rongga dada dan penggumpalan darah di otak, yang menyebabkan korban meninggal dunia,” jelas Kasatreskrim.
Atas peristiwa tersebut, DAR telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan UU perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. @fajar-s







