IndonesiaBuzz: Gunungkidul, 31 Juli 2025 – Jalur menuju kawasan wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder di Kabupaten Gunungkidul tak hanya menawarkan panorama hutan jati yang rindang. Di sepanjang jalan, deretan pedagang kaki lima dengan payung warna-warni juga menjadi pemandangan khas.
Mereka menjajakan walang goreng, kuliner tradisional dari belalang goreng renyah yang menjadi ikon kuliner eksotis Gunungkidul.
Nanik, salah satu pedagang yang sudah lima tahun berjualan di kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa permintaan walang goreng meningkat pesat saat musim liburan.
“Kami jual bukan cuma yang original, tapi juga ada varian pedas, manis, dan gurih. Yang paling laris biasanya rasa pedas, cocok buat teman perjalanan,” ujarnya saat ditemui, Rabu (30/7/25).
Walang goreng dijual dalam toples-toples kecil dengan harga mulai Rp10.000 hingga Rp25.000, tergantung ukuran dan rasa. Tak sedikit wisatawan yang memilih langsung menyantapnya di tempat, sambil menikmati suasana sejuk dan tenang di bawah rindangnya pepohonan.
Selain menjadi oleh-oleh khas, kuliner ini juga menjadi simbol kearifan lokal warga Gunungkidul dalam memanfaatkan potensi alam sekitar. Kehadiran pedagang seperti Mbak Nanik turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat, sekaligus memperkaya pengalaman wisata kuliner di DIY.
Dengan cita rasa gurih yang khas, tekstur renyah, dan sensasi ekstrem yang unik, walang goreng terus mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu daya tarik utama jalur wisata Tahura Bunder. Para pelancong pun kian penasaran mencicipi langsung camilan khas ini, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari perjalanan wisata di Gunungkidul. (Dimas.P/Koresponden Jogja)



