IndonesiaBuzz: Solo, 30 Januari 2026 – SISKS Pakoe Boewono XIV melaksanakan Shalat Jumat dengan suasana berbeda dari biasanya. Jika kerap terlihat dengan pengawalan ketat, kali ini Raja Keraton Surakarta tersebut hadir lebih sederhana saat menunaikan Shalat Jumat di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Jumat (30/1/26) siang.
Kehadiran PB XIV di masjid yang menjadi salah satu ikon religi di Solo itu pun menyedot perhatian jemaah. Namun, suasana tetap berlangsung tertib dan khidmat tanpa pengamanan berlapis seperti yang biasa menyertai agenda resmi beliau.
Sebelum pelaksanaan Shalat Jumat dimulai, PB XIV didampingi langsung oleh Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed untuk berkeliling melihat seluruh bagian masjid. Ia tampak mengamati detail arsitektur, interior, hingga fasilitas yang tersedia di kawasan masjid tersebut.
Usai berkeliling, PB XIV mengungkapkan keinginannya secara sederhana.
“Ya hari ini saya pengin Shalat Jumat di sini,” ujarnya singkat kepada awak media.
Ia menambahkan, sebelumnya dirinya telah menjadwalkan untuk melaksanakan Shalat Jumat di Mojokerto. Namun, pada akhirnya ia memutuskan untuk beribadah di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
“Memang sebelumnya ada jadwal di Mojokerto, tapi hari ini saya di sini,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, PB XIV juga menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai kegiatan yang digelar di Masjid Raya Sheikh Zayed. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang penguatan budaya dan peradaban.
“Di sini bagus. Tadi saya keliling-keliling, unik memang. Dan juga beberapa kegiatan budaya sudah dilaksanakan di Masjid Zayed ini, salah satunya mocopatan,” tuturnya.
Ia menilai kegiatan budaya seperti mocopatan yang digelar di area masjid menjadi bukti bahwa nilai religius dan budaya dapat berjalan beriringan. Menurutnya, hal tersebut selaras dengan tradisi Jawa yang sejak lama memadukan unsur spiritual dan kebudayaan dalam kehidupan masyarakat.
Shalat Jumat pun berlangsung khusyuk dengan diikuti ratusan jemaah. Kehadiran PB XIV menambah kekhidmatan sekaligus menjadi simbol kedekatan pemimpin adat dengan masyarakat. @eko-m







