IndonesiaBuzz: Madiun, 16 November 2024 – Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun, Nomor Urut 1, Inda Raya dan Aldi Dwi Prastianto, menunjukkan komitmen nyata dalam memberdayakan generasi muda.
Lewat dialog bertema “Say No to Procrastination”, pasangan yang dikenal dengan slogan DADI JUARA ini mengajak milenial untuk lebih proaktif dalam membangun lingkungan sekitar.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (15/11/2024) di Café Garasi Kota Madiun itu menghadirkan psikolog Dian Ratnaningtyas Afifah sebagai narasumber.
Dialog ini menyasar anak muda Kota Madiun yang kerap menghadapi tantangan dalam mengelola waktu dan produktivitas.
Aldi Dwi Prastianto, yang juga seorang pengusaha muda dan Ketua Umum DPP INAYES, menekankan pentingnya peran pemuda dalam kemajuan daerah.
“Pemuda adalah kunci. Kesuksesan bukan hasil instan, melainkan kerja keras dan disiplin yang berkelanjutan,” ujar Aldi.
Ia menambahkan bahwa kebiasaan bekerja tepat waktu, tanpa menunda-nunda, adalah elemen penting dalam mencapai keberhasilan.
Sebagai tokoh aktif di berbagai organisasi, seperti HIPMI dan KNPI, Aldi menyoroti peran pemerintah sebagai pendukung generasi muda.
Ia menjelaskan bahwa program-program pasangan DADI JUARA, seperti Mobil Curhat dan Rumah Konseling, dirancang khusus untuk mendukung kesehatan mental generasi muda Kota Madiun.
Mobil Curhat merupakan layanan konseling keliling yang mendekatkan akses psikologis ke masyarakat, terutama anak muda. Dengan pendekatan ramah dan tanpa formalitas, program ini diharapkan menjangkau mereka yang enggan mengungkapkan masalahnya.
Sementara itu, Rumah Konseling akan menjadi pusat layanan tetap yang menyediakan ruang aman untuk konseling individu dan kelompok.
Dilengkapi tenaga profesional dan mahasiswa konselor, layanan ini bertujuan membantu pemuda mengelola tekanan hidup, membangun keseimbangan emosional, dan meningkatkan kualitas mental.
“Kami berkomitmen menyediakan layanan konseling agar generasi muda dapat berkembang optimal, baik secara pribadi maupun profesional,” jelas Aldi.
Ia menegaskan, anak muda bukan hanya aktor pembangunan, tetapi juga subjek utama yang harus diberdayakan. Psikolog Dian Ratnaningtyas Afifah menjelaskan, prokrastinasi atau kebiasaan menunda-nunda pekerjaan adalah tantangan besar bagi generasi muda.
“Perkembangan teknologi sering memicu kebiasaan last minute yang berbahaya jika tidak dikelola dengan baik,” katanya.
Dian menekankan perlunya pendekatan inovatif untuk memotivasi anak muda agar lebih produktif. Salah seorang peserta, Aldi Nugroho, menyampaikan apresiasi terhadap program pasangan DADI JUARA.
“Saya sering merasa beban studi dan pekerjaan menumpuk. Program konseling ini benar-benar dibutuhkan,” ungkapnya.
Ia berharap program tersebut segera direalisasikan agar berdampak nyata bagi pemuda di Kota Madiun. Kegiatan ini ditutup dengan diskusi terbuka, di mana peserta memberikan pandangan dan usulan inovatif untuk mendukung pembangunan Kota Madiun.
Pasangan DADI JUARA berharap, melalui dialog seperti ini, generasi muda Madiun dapat bergerak cepat, kreatif, dan berkontribusi nyata dalam mendorong kemajuan daerah.(@Tim/Nar)







