IndonesiaBuzz: Tokoh – Ning Astuti adalah sosok yang patut diperhitungkan di dunia pendidikan agama, khususnya sebagai pengelola Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta. Bersama suaminya, Gus Miftah, Ning aktif dalam membina santri di pondok pesantren tersebut sejak mereka menikah pada tahun 2004. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua anak, yaitu Atqiya Maulana Habiburrohman dan Mufti Nabil Ulayya Mecca.
Selama menjalani kehidupan berumah tangga, hubungan Ning Astuti dan Gus Miftah dikenal harmonis dan jarang terdengar terlibat cekcok. Keduanya kompak dalam mengelola pondok pesantren, bahkan Ning Astuti setiap hari memasak lebih dari satu kuintal bahan makanan untuk melayani santri.
“Itu dilakukannya tanpa mengeluh demi melayani santri dan berharap ridha Allah,” kata Gus Miftah.
Pondok Pesantren Ora Aji terkenal dengan keberagaman latar belakang santrinya, termasuk di antaranya mantan napi dan mantan pegawai tempat hiburan malam. Hal ini menunjukkan komitmen Ning Astuti dan Gus Miftah dalam memberikan kesempatan kepada semua orang untuk belajar agama, tanpa memandang masa lalu mereka.
Gus Miftah: Sosok Ulama Berpengaruh
Gus Miftah, suami Ning Astuti, adalah seorang ulama terkenal yang memiliki ciri khas rambut gondrong dan blangkon. Lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981, nama lengkapnya adalah Miftah Maulana Habiburrohman. Ia adalah pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji yang terletak di Sleman, Yogyakarta.
Gus Miftah merupakan keturunan ke-9 dari Kyai Ageng Hasan Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo. Ia mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Jayasakti, Lampung Tengah, sebelum melanjutkan studi di UIN Sunan Kalijaga dengan jurusan Kependidikan Islam.
Sejak memulai perjalanan dakwahnya pada tahun 2000-an, Gus Miftah dikenal karena pendekatannya yang unik. Ia sering mengadakan kajian agama di daerah Sarkem, yang dikenal sebagai area lokalisasi di Yogyakarta. Gus Miftah bertekad untuk menjangkau mereka yang kesulitan mendapatkan akses kepada ilmu agama, termasuk para pekerja malam.
Gus Miftah mendirikan Pondok Pesantren Ora Aji pada tahun 2011, dengan nama yang memiliki makna mendalam: “Ora Aji” berarti “tidak berarti” dalam bahasa Jawa. Melalui nama ini, ia ingin menekankan bahwa tidak ada yang berarti di hadapan Allah selain ketakwaan.
Dakwah di Tempat Hiburan
Gus Miftah dikenal dengan keberaniannya untuk berdakwah di tempat-tempat hiburan malam, sebuah tindakan yang sering memicu pro dan kontra di masyarakat. Ia menjelaskan alasannya, “Anak-anak club malam butuh Tuhan. Namun, sering kali ketika mereka datang ke tempat pengajian, mereka dihakimi.”
Melalui pendekatannya yang ramah dan tanpa menghakimi, Gus Miftah berusaha memberikan semangat kepada anak-anak malam untuk bertobat. “Surga itu akan ditempati oleh ahli maksiat yang mau bertobat, bukan orang yang sok suci,” tegasnya.
Dengan peran aktif Ning Astuti dan Gus Miftah di dunia pendidikan agama, Pondok Pesantren Ora Aji menjadi tempat yang inklusif dan penuh kasih sayang bagi semua santri, serta memberikan harapan baru bagi mereka yang ingin memperbaiki diri. @indonesiabuzz







