Wednesday, August 26, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home News

BEM UI Kerahkan Seribu Mahasiswa ke Bundaran HI, Soroti Krisis Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah

by Yudi
June 12, 2026
Reading Time: 3 mins read
BEM UI Kerahkan Seribu Mahasiswa ke Bundaran HI, Soroti Krisis Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah

IndonesiaBuzz: Jakarta, 12 Juni 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Jumat (12/6/2026), dengan membawa tema “Menuju Indonesia Bangkrut”. Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai gagal menjawab persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Sejak pagi, ratusan mahasiswa mulai berkumpul di area parkir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia sebelum bertolak menuju pusat ibu kota. BEM UI memperkirakan sekitar seribu mahasiswa akan terlibat dalam aksi tersebut.

Ketua Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Albani Hilmi, mengatakan massa aksi akan bergerak menuju Jakarta setelah seluruh peserta berkumpul. Demonstrasi dijadwalkan berlangsung setelah pelaksanaan Salat Jumat sebagai bentuk penghormatan terhadap mahasiswa yang menjalankan ibadah.

“Kami akan membawa seribu massa menuju Bundaran HI. Kami akan menjalankan aksi nanti setelah salat Jumat, kita menghormati kawan-kawan yang salat Jumat terlebih dahulu,” ujar Albani.

BeritaTerkait

KPK Tahan Kepala Bea Cukai Kediri, Diduga Terima Suap Rp3,25 Miliar

Warga Menolak, Pemkab Madiun Pertimbangkan Alihkan TPST Punjul ke Kaliabu

Dalam aksi tersebut, BEM UI membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi nasional dan arah kebijakan pemerintah. Mahasiswa menilai berbagai persoalan ekonomi yang dirasakan masyarakat tidak memperoleh respons yang memadai dari pemerintah.

Lima tuntutan utama yang dibawa dalam demonstrasi tersebut meliputi penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), penurunan harga kebutuhan pokok, penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penghentian Program Koperasi Desa (Kopdes). Selain itu, mahasiswa juga menyuarakan penolakan terhadap apa yang mereka sebut sebagai praktik militerisasi di ruang sipil.

Albani menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tekanan politik kepada pemerintah agar lebih terbuka terhadap kritik dan evaluasi publik.

“Kita meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahannya dan juga menyadari bahwa beliau sedang salah,” tegasnya.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan atau Athof, menjelaskan bahwa keputusan turun ke jalan diambil setelah berbagai kritik yang disampaikan mahasiswa dinilai tidak mendapatkan respons yang memadai dari pemerintah.

Menurutnya, selama ini berbagai masukan berbasis data telah disampaikan melalui berbagai forum, namun tidak menghasilkan perubahan kebijakan yang signifikan.

“Kami memandang memberi kesempatan dan waktu sudah terlalu lama kita coba. Karena kritik lewat data juga sudah disampaikan dan selalu diabaikan, lebih-lebih karena pemerintah memilih mengelak alih-alih bertanggung jawab,” kata Athof dalam keterangannya.

Athof menilai kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini tidak sejalan dengan berbagai indikator pertumbuhan ekonomi yang disampaikan pemerintah. Menurutnya, masyarakat masih menghadapi tekanan akibat meningkatnya harga kebutuhan pokok, terbatasnya lapangan pekerjaan, serta beban ekonomi yang terus meningkat.

“Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat dihajar pajak,” ujarnya.

Selain isu ekonomi, mahasiswa juga menyoroti sejumlah kebijakan lain yang dianggap berdampak langsung terhadap masyarakat. Di antaranya persoalan pajak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kebijakan sektor pertambangan, hingga isu keterlibatan unsur militer di ruang-ruang sipil dan lingkungan kampus.

“Semua itu yang membuat kami harus turun ke jalan,” tambah Athof.

Aksi yang digelar BEM UI menambah daftar gelombang kritik dari kalangan mahasiswa terhadap berbagai kebijakan pemerintah dalam beberapa bulan terakhir. Sebagai kelompok masyarakat sipil, mahasiswa menilai demonstrasi merupakan bagian dari mekanisme demokrasi untuk menyampaikan aspirasi publik secara terbuka.

Di sisi lain, aksi tersebut diperkirakan akan mendapat perhatian luas karena dilakukan di salah satu titik strategis ibu kota dan mengangkat isu ekonomi yang saat ini menjadi perhatian masyarakat.

Hingga aksi berlangsung, aparat keamanan telah menyiapkan langkah pengamanan guna memastikan penyampaian pendapat di muka umum dapat berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Demonstrasi “Menuju Indonesia Bangkrut” menjadi refleksi meningkatnya kegelisahan sebagian kalangan mahasiswa terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Aksi ini sekaligus menunjukkan bahwa ruang kritik dan partisipasi publik tetap menjadi elemen penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia. @yudi

Tags: BEM UIKebijakan PemerintahKrisis EkonomiSorotiunjuk rasa
Share220SendScan

Trending

KPK Tahan Kepala Bea Cukai Kediri, Diduga Terima Suap Rp3,25 Miliar
News

KPK Tahan Kepala Bea Cukai Kediri, Diduga Terima Suap Rp3,25 Miliar

8 minutes ago
Warga Menolak, Pemkab Madiun Pertimbangkan Alihkan TPST Punjul ke Kaliabu
News

Warga Menolak, Pemkab Madiun Pertimbangkan Alihkan TPST Punjul ke Kaliabu

18 minutes ago
Polwan Negosiator Polda Jateng Ajak Mahasiswa Cari Solusi, Aksi di Semarang Tetap Humanis
News

Polwan Negosiator Polda Jateng Ajak Mahasiswa Cari Solusi, Aksi di Semarang Tetap Humanis

4 hours ago
Auto Draft
Peristiwa

KAI Daop 7 Madiun Kampanyekan Anti Pelecehan Seksual

5 hours ago
Suasana Akrab Polisi dan Mahasiswa Warnai Titik Kumpul Aksi di Semarang
News

Suasana Akrab Polisi dan Mahasiswa Warnai Titik Kumpul Aksi di Semarang

5 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

KPK Tahan Kepala Bea Cukai Kediri, Diduga Terima Suap Rp3,25 Miliar

KPK Tahan Kepala Bea Cukai Kediri, Diduga Terima Suap Rp3,25 Miliar

August 26, 2026
Warga Menolak, Pemkab Madiun Pertimbangkan Alihkan TPST Punjul ke Kaliabu

Warga Menolak, Pemkab Madiun Pertimbangkan Alihkan TPST Punjul ke Kaliabu

August 26, 2026

TERPOPULER

Perebutan Ketua Demokrat Jatim Mengerucut, Ngawi Tegaskan Dukungan untuk Emil Dardak

Chord Gitar dan Lirik Mangu – Fourtwnty ft Charita Utami

120 ASN Ngawi Dimutasi dan Dipromosikan, Pemkab Terapkan Manajemen Talenta

Lomba Agustusan di DPRD Ngawi, Ketua Dewan Tekankan Makna Gotong Royong dan Pemberdayaan

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In