IndonesiaBuzz: Madiun, 12 Juni 2026 – Menjelang datangnya Bulan Suro yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan berbagai agenda organisasi pencak silat di Kota Madiun, unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kartoharjo memberikan pembekalan kepada calon warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Pertemuan Pilang Praja, Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kamis (11/6/26) malam.
Pembekalan yang berlangsung dalam suasana tertib dan penuh khidmat itu diikuti sekitar 175 peserta, termasuk 149 calon warga PSHT Ranting Kartoharjo yang akan mengikuti prosesi pengesahan warga baru PSHT Pusat Madiun Tahun 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kartoharjo Yayak Muflihana Hanik, Kapolsek Kartoharjo Kompol Mujo Prajoko, Danramil Kartoharjo Kapten Inf. Hariyono, Lurah Pilangbango, Ketua PSHT Ranting Kartoharjo Djunaedi, serta jajaran pengurus, pelatih, dan siswa PSHT.
Ketua PSHT Ranting Kartoharjo, Djunaedi, mengatakan sebanyak 149 siswa telah dinyatakan siap mengikuti tahapan pengesahan warga baru tahun ini. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta menjadi momentum pembentukan karakter bagi para calon warga.
Menurutnya, status sebagai warga PSHT tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari organisasi pencak silat, tetapi juga sebagai individu yang harus mampu menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kedisiplinan, serta budi pekerti luhur dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia berharap para calon warga dapat membawa nama baik organisasi dan mengimplementasikan ajaran luhur PSHT dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto melalui Kapolsek Kartoharjo Kompol Mujo Prajoko memberikan pembekalan terkait pentingnya menjaga persatuan dan menghindari perilaku yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kompol Mujo menegaskan bahwa para calon warga PSHT merupakan generasi muda yang memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
“Adik-adik semua adalah aset bangsa. Lakukan hal-hal yang positif, jaga nama baik diri sendiri, keluarga, organisasi, dan Kota Madiun. Jadilah pelopor kebaikan serta kebanggaan orang tua,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar para calon warga tidak terjebak dalam sikap fanatisme berlebihan yang dapat memicu konflik maupun perpecahan di tengah masyarakat.
Bulan Suro selama ini menjadi periode yang memiliki nilai spiritual dan budaya yang kuat di Madiun dan sekitarnya. Namun, pada saat yang sama, meningkatnya mobilitas massa dan berbagai kegiatan organisasi kerap membutuhkan perhatian khusus dari aparat keamanan agar situasi tetap kondusif.
Karena itu, Kompol Mujo mengajak seluruh keluarga besar PSHT untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Menjelang Bulan Suro, kami mengajak seluruh calon warga PSHT untuk menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan persaudaraan. Jangan mudah terpengaruh isu-isu yang dapat memecah belah, hindari konvoi maupun tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan berbagai kegiatan Bulan Suro tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga pada kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban bersama.
Sementara itu, Danramil Kartoharjo Kapten Inf. Hariyono mengajak para calon warga untuk memahami dan menghayati nilai-nilai luhur yang menjadi dasar ajaran PSHT.
Ia menekankan pentingnya menjadikan pencak silat sebagai sarana pembentukan karakter, penguatan persaudaraan, serta media untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
Menurutnya, anggota organisasi pencak silat harus mampu menjadi contoh dalam menjaga toleransi, menghormati perbedaan, dan membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.
Pembekalan yang diberikan Muspika Kartoharjo tidak hanya berorientasi pada kesiapan mengikuti prosesi pengesahan warga baru, tetapi juga bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
Melalui kegiatan tersebut, para calon warga PSHT diharapkan mampu menjadi pelopor keamanan, ketertiban, serta penjaga nilai-nilai persaudaraan di tengah masyarakat.
Pendekatan preventif seperti ini dinilai penting untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya menjelang dan selama Bulan Suro yang menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat Madiun.
Dengan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, dan organisasi pencak silat, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan Bulan Suro Tahun 2026 dapat berlangsung aman, tertib, damai, dan mencerminkan semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas budaya Madiun. (Kridho S/Koresponden Madiun).







