IndonesiaBuzz: Jakarta, 7 Oktober 2024 – Ning Astuti, istri pendakwah terkenal Gus Miftah, belakangan ini menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan dirinya ditoyor oleh suaminya viral di media sosial.
Insiden tersebut terjadi saat perayaan hari ulang tahun (Haul) ke-12 Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta, yang berlangsung di Kalasan, Sleman, pada Kamis (19/9/2024).
Dalam video tersebut, Ning Astuti dan Gus Miftah terlihat menikmati penampilan penyanyi Denny Caknan. Gus Miftah, dengan gaya ceria dan mengenakan kacamata hitam, tampak asyik berjoget sambil tertawa.
Namun, suasana berubah ketika Gus Miftah tiba-tiba menggoyangkan kepala Ning Astuti dan menoyornya, sehingga ibu dua anak itu terlihat limbung dan nyaris terjatuh. Momen tersebut membuat kerudung Ning Astuti sedikit berantakan dan harus dirapikan kembali.
Sejak video tersebut beredar, berbagai komentar pun muncul dari warganet. Gus Miftah, yang dikenal sebagai pendakwah dengan gaya nyentrik, sempat mengungkapkan perjalanan cinta mereka yang diibaratkan sebagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU). Dalam sebuah podcast, ia menjelaskan, “Cintaku pada istri itu seperti SPBU, dimulai dari nol.”
Ning Astuti telah setia mendampingi Gus Miftah dari awal karirnya hingga menjadi terkenal. Gus Miftah juga mengungkapkan rasa sakitnya ketika Ning Astuti divonis menderita kanker payudara. Ia merasakan “langit runtuh” saat mendengar kabar tersebut, terutama karena selama awal ketenarannya, ia hampir tidak pernah pulang ke rumah.
“Saya merasa bersalah karena tidak bisa menemani dia saat menjalani perawatan. Saya pulang tiga minggu sekali,” ungkapnya.
Dengan semangat juang yang tinggi, Ning Astuti menjalani serangkaian perawatan, termasuk operasi dan kemoterapi. Gus Miftah memberikan semangat, mengatakan bahwa hidup adalah titipan Ilahi.
Namun, Gus Miftah juga merasakan adanya fitnah yang menyudutkannya. Ia menanggapi tudingan bahwa dirinya melakukan kekerasan terhadap Ning Astuti akibat video viral tersebut.
“Saya sudah sangat paham dengan framing media. Saya hanya merasa kasihan dengan orang-orang yang begitu mudah memfitnah,” katanya saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (6/10/2024).
Ia menjelaskan bahwa tindakan dalam video tersebut sebenarnya merupakan candaan antara mereka berdua.
“Apa yang kami lakukan adalah bahasa tubuh yang menunjukkan kasih sayang, bukan kekerasan,” tegasnya.
Gus Miftah berharap publik dapat memahami konteks sebenarnya dari momen tersebut tanpa terbawa arus informasi yang menyesatkan. @indonesiabuzz







