IndonesiaBuzz: Surabaya, 27 September 2025 – Ribuan mahasiswa memadati acara Ngobrol Bareng Anies Baswedan yang digelar Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMA ILPOL) Universitas Airlangga (Unair), Jumat (26/9/25). Acara bertema “Demokrasi dan Meritokrasi di Persimpangan: Bagaimana Jalan Perubahan Kita?” ini berlangsung di Auditorium Ternate, ASEEC Tower, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 2.000 orang.
Ketua HIMA ILPOL Unair, Erdogan, mengaku terkejut dengan tingginya antusiasme publik. “Kami buka untuk umum, hingga formulir registrasi online terpaksa ditutup lebih awal karena pendaftar sudah lebih dari 2 ribu,” ujarnya.
Dalam paparannya, Anies menekankan pentingnya meritokrasi sistem penghargaan berbasis prestasi dan kemampuan sebagai prinsip utama yang harus dijalankan di semua lini, termasuk politik. Namun ia mengingatkan, meritokrasi tidak akan berjalan baik jika ketimpangan struktural masih membelenggu.
“Kalau bangsa ini mau maju, maka yang diberi amanat haruslah yang berkompeten, diukur dari prestasi. Kalau tidak berprestasi diberikan amanat, maka tidak bisa melakukan apa-apa,” tegas Anies.
Mengenai demokrasi, Anies menyebut sistem tersebut hadir untuk membatasi kekuasaan, baik dari sisi durasi maupun cakupan. Menurutnya, indikator negara demokratis dapat dilihat dari pemilu yang bebas dan adil, serta kebebasan berpendapat.
Acara yang berlangsung sejak pukul 13.30 WIB ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Ribuan peserta diajak terlibat langsung dalam dialog soal demokrasi dan meritokrasi sebagai bagian dari kesadaran politik generasi muda.(Sabrina Fidhi R/Surabaya)







