IndonesiaBuzz: Jakarta, 16 Juni 2025 – Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman, mengajak generasi muda, khususnya kalangan akademik, untuk terlibat aktif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui program unggulan transmigrasi. Hal tersebut disampaikannya dalam kuliah umum bertema “Transmigrasi dan Pembangunan Inklusif Berkelanjutan di Era Generasi Emas Indonesia” di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Senin (16/6/2025).
Dalam kesempatan itu, Iftitah memperkenalkan lima program unggulan Kementerian Transmigrasi sebagai motor penggerak pemerataan pembangunan dan peningkatan daya saing nasional. Salah satu di antaranya adalah keterlibatan generasi muda sebagai kekuatan utama dalam program Transmigrasi Patriot.
“Ini bukan hanya tentang membantu masyarakat, tapi juga tentang membangun masa depan mereka sendiri,” ujar Iftitah di hadapan ratusan mahasiswa dan dosen. Ia menekankan bahwa transmigrasi harus dimaknai sebagai proses sukarela yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara kolektif, dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.
Melalui program Transmigrasi Patriot, mahasiswa dari ITS dan kampus-kampus terkemuka lainnya akan dilibatkan sebagai tim ekspedisi yang memetakan potensi kawasan transmigrasi. Mereka akan berperan dalam menggali potensi lokal, mulai dari pertanian, perikanan, energi terbarukan, hingga sektor pariwisata.
Dalam pemaparannya, Iftitah juga memperkenalkan delapan transformasi strategis transmigrasi yang kini menjadi fokus kementeriannya, yaitu: edukasi, komunalisasi lahan, zonasi, mekanisasi, diversifikasi, industrialisasi, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan transmigrasi ke depan bukan lagi jumlah keluarga yang dipindahkan, melainkan seberapa besar keluarga transmigran mampu hidup sejahtera dan harmonis bersama masyarakat lokal.
“Generasi emas Indonesia harus berani mengambil peran di wilayah baru, membangun ekonomi baru. Tinggal di kota besar, no! Sekarang saatnya melangkah keluar dari zona nyaman,” tegasnya.
Menutup kuliah umum, Iftitah mengajak generasi muda untuk tidak ragu bermimpi besar dan segera bertindak dalam merancang masa depan. “Kalau kamu ingin tahu masa depanmu 25 tahun ke depan, ya mulai rancang dari sekarang. Jangan tunggu-tunggu,” katanya penuh semangat.
Acara ini turut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, lembaga pendidikan tinggi se-Jawa Timur, serta civitas akademika ITS, yang menyambut antusias ajakan Iftitah untuk menjadikan transmigrasi sebagai ladang pengabdian dan inovasi generasi muda dalam pembangunan bangsa.







