IndonesiaBuzz: Lombok, 30 Juni 2025 — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menanggapi usulan pembangunan pagar di jalur pendakian Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran publik soal keselamatan pendaki. Ia menyatakan bahwa pembangunan pagar di kawasan taman nasional tersebut bukan perkara mudah karena harus mempertimbangkan kondisi alam yang ekstrem.
“Imajinasi kita tentang gunung itu jangan disamakan dengan kita memagar kantor. Anda tahu tidak berapa jaraknya yang harus dipagar?” ujar Raja Juli dalam pernyataan pers di Jakarta, Senin (30/6/2025).
Pernyataan itu merespons desakan masyarakat dan warganet usai insiden tragis yang menewaskan seorang pendaki asal Brasil, Juliana Marins (28), di Gunung Rinjani. Juliana dilaporkan jatuh ke jurang saat beristirahat akibat kelelahan pada Sabtu (21/6/2025). Setelah upaya pencarian intensif, jasad korban akhirnya ditemukan pada Selasa (24/6/2025) di kedalaman jurang 600 meter.
Raja Juli menekankan bahwa kendati pembangunan pagar di jalur pendakian memiliki tantangan teknis tinggi, pemerintah tetap berkomitmen memperkuat sarana dan prasarana pendukung keselamatan. Upaya seperti peningkatan rambu keselamatan, edukasi pendaki, serta kesiapan tim SAR terus ditingkatkan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
“Pendaki juga harus menyadari pentingnya persiapan fisik dan mental. Gunung Rinjani bukan lokasi wisata biasa. Puncaknya berada di ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut,” ujar Raja Juli mengingatkan.
Gunung Rinjani dikenal sebagai salah satu destinasi pendakian favorit di Indonesia, namun juga menyimpan risiko tinggi.







