Solo, 14 Juli 2025 — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi mengganti lambang partainya dari bunga mawar menjadi gambar gajah. Pergantian lambang ini terungkap menjelang Kongres PSI yang akan digelar di Kota Solo pada akhir pekan ini. Sejumlah bendera bertuliskan PSI Partai Super Tbk bergambar gajah merah-hitam terlihat menghiasi berbagai ruas jalan di Solo, Sabtu-Minggu (12–13/7/2025).
Gambar gajah yang digunakan berwarna merah pada bagian kepala dan belalai, serta hitam pada badannya, dengan latar putih. Penggunaan lambang baru ini menjadi perhatian publik karena berbeda dengan identitas visual PSI sebelumnya yang lekat dengan warna merah menyala dan simbol bunga mawar.
Wakil Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Muhammad Bilal, membenarkan bahwa pemasangan bendera-bendera tersebut dilakukan oleh para kader. Namun, ia menyatakan belum bisa menjelaskan makna simbol gajah secara detail. “Itu nanti menunggu penjelasan dari DPP PSI,” ujarnya.
Ketua DPW PSI Jateng, Antonius Yogo Prabowo, juga mengonfirmasi perubahan logo partai. “Iya [berganti logo],” kata dia melalui pesan WhatsApp. Menurutnya, makna dan filosofi pergantian lambang akan disampaikan secara resmi melalui konferensi pers oleh panitia Kongres.
Sementara itu, sejarawan Kota Solo dari Komunitas Solo Societeit, Dani Saptoni, menilai simbol gajah memiliki makna yang dalam dalam budaya Jawa. “Gajah dalam alam pikir Jawa berhubungan dengan simbol keperkasaan dan pengayoman. Dalam Candrasangkala, gajah diwakili oleh angka delapan sebagai titik di mana semua aliran semesta bertemu dan mengalir selaras,” jelas Dani.
Ia menambahkan, simbol tapak kaki gajah dalam sejumlah prasasti dan artefak sering dikaitkan dengan sosok raja yang memiliki wibawa sekaligus kekuatan. “Gajah menyimpan ketenangan yang berwibawa, tetapi juga memiliki sisi penghancur dan daya rusak yang besar,” ujarnya.







