IndonesiaBuzz: Wonogiri, 22 September 2026 – Sebanyak 2.327 mahasiswa asal Kabupaten Wonogiri mendaftar dalam Seleksi Mahasiswa Berprestasi (Simapres) 2026. Mereka bersaing memperebutkan 605 kuota penerima program Pemuda Berprestasi (Mapres) yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri.
Pemkab Wonogiri menyiapkan anggaran Rp7,5 miliar untuk program yang telah memasuki tahun ke-11 tersebut. Setiap penerima akan memperoleh apresiasi sebesar Rp12 juta yang diberikan sekaligus melalui rekening masing-masing.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri, Haryanto, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat mahasiswa daerah terhadap program tersebut.
“Antusiasme mahasiswa putra dan putri daerah sangat luar biasa. Tercatat ada 2.327 mahasiswa yang mendaftarkan diri, sedangkan kuota yang tersedia sebanyak 605 penerima,” kata Haryanto, Selasa (22/9/26).
Program ini terbuka bagi mahasiswa jenjang D-3, D-4, S-1, hingga S-2 dari perguruan tinggi negeri maupun swasta terakreditasi. Seleksi dibuka melalui tiga jalur, yakni afirmasi, prestasi, dan reguler.
Peserta dibagi menjadi dua kategori. Peserta Baru mengikuti seleksi administrasi, kemudian penilaian vlog, karya tulis inovasi, serta wawancara ideologi dan wawasan kebangsaan. Adapun Peserta Lanjutan menjalani seleksi administrasi yang dilanjutkan tes kolaborasi, aktualisasi diri, dan wawancara kontribusi.
Seleksi administrasi berlangsung 1-18 September 2026, dilanjutkan verifikasi pada 19-30 September. Hasil tahap pertama diumumkan 1 Oktober. Seleksi tahap kedua berlangsung 2-18 Oktober, sedangkan verifikasi tahap akhir dijadwalkan 19 Oktober-12 November dan hasil akhir diumumkan 13 November 2026.
Penyerahan penghargaan dijadwalkan pada 26 November 2026. Sementara proses pencairan dan pengumpulan dokumen pendukung berlangsung hingga 24 Desember 2026.
Haryanto mengatakan Mapres merupakan program yang sejak awal dirancang Pemkab Wonogiri untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menjadi bagian dari upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi.
Program tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan. Mahasiswa yang lolos dan tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Berprestasi (Imapres) Wonogiri juga dituntut berkontribusi kepada masyarakat.
Selain mempertahankan IPK minimal 3,00, penerima diharapkan menjalankan program kerja bersama organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.
“Apresiasi dan bantuan dari pemerintah daerah ini menuntut imbal balik berupa kontribusi nyata. Keaktifan serta kepedulian sosial penerima di lapangan menjadi tolok ukur utama apakah mereka layak mendapatkan kembali bantuan ini pada tahun berikutnya atau tidak,” ujar Haryanto. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







