IndonesiaBuzz: Madiun, 30 Mei 2024 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Madiun, Kanwil Kemenkumham Jatim, telah menginisiasi program Pelatihan Keterampilan Kemandirian 2024. Pelatihan ini berlangsung mulai 30 April – 8 Mei 2024, mengusung tema “Pemasyarakatan PASTI Berdampak, Warga Binaan Pemasyarakatan Semakin Produktif dan Kreatif.”
Kegiatan ini melibatkan kerja sama dengan Lembaga Pelatihan dan Kursus (LPK) BETARIN serta PT Eminel Indonesia, fokus pada bidang Jasa Boga (Barista) dan Industri Manufaktur Penjahitan, melibatkan 80 Warga Binaan sebagai peserta. Pelatihan diharapkan membekali mereka dengan keterampilan yang berguna untuk reintegrasi sosial dan ekonomi pasca-penahanan.
Pembukaan resmi kegiatan ini dilakukan oleh Ardian Nova Christiawan, Kalapas Pemuda Madiun, dihadiri oleh pejabat struktural lapas, pimpinan LPK Betarin, Agung Guntoro Wisnu, dan Yoes Indrawati, Direktur PT Eminel Indonesia, serta para instruktur dari kedua bidang pelatihan. Dalam acara tersebut, juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Lapas Pemuda Madiun dengan PT Eminel Indonesia, yang menandai pembukaan fasilitas produksi garment/konveksi di dalam lapas

Pendandatangan MoU antara Lapas Pemuda Madiun dengan PT Eminel Indonesia
Dalam sambutannya, Ardian Nova Christiawan menuturkan kepada WBP untuk memanfaatkan setiap momentum dan memaksimalkan keterampilan yang diberikan agar menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Pelatihan ini adalah momentum bagi WBP untuk memaksimalkan keterampilan yang diberikan, membuka peluang untuk berkontribusi pada perekonomian bangsa,” Terang Kalapas usai pendandatangan MoU, Selasa (30/4/2024).
Tak hanya itu Ardian juga mengapresiasi atas kerjasama pelatihan yang sudah terjalin.
“Terima kasih kepada LPK Betarin dan PT Eminel Indonesia yang telah mendukung upaya ini,” ungkapnya.
Sementara itu Jumadi, Kasi Kegiatan Kerja Lapas Pemuda Madiun, dalam sambutannya menekankan pentingnya pelatihan ini dalam memberikan wawasan dan keterampilan kepada WBP untuk mengembangkan potensi diri dalam keterampilan kerja agar menjadi tenaga yang terampil dan mandiri
Tujuan dari pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas kegiatan kerja di lapas serta mencetak individu yang kompeten yang mampu bersaing di lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah maju dalam pemasyarakatan yang produktif dan kreatif, sekaligus menawarkan kesempatan kedua bagi WBP Lapas Pemuda Madiun dalam membangun masa depan yang lebih baik.
“Semoga kegiatan pelatihan kerja ini dapat membantu WBP untuk mengembangkan bakat dan potensi diri untuk bekal nanti saat keluar dari Lapas,” harap Jumadi. (Humas/ Redaksi)







