IndonesiaBuzz: Fashion – Desainer ternama Kukuh Hariyawan turut memeriahkan ajang Jogja Fashion Trend 2024 di hari keempat dengan menampilkan karya terbarunya yang diberi nama Kebaya Adhikari dalam sebuah peragaan tunggal yang memukau.
Karya ini mengusung tema Treasure Acculturation yang menggambarkan akulturasi kekayaan budaya Indonesia melalui wastra (kain tradisional) dari berbagai daerah yang dipadukan dengan kebaya. Dalam karyanya, Kukuh memadukan batik, songket, kain Bali, dan kain NTT menjadi 57 look yang menawan dan penuh nuansa modern.
“Kebaya Adhikari ini memang sengaja saya hadirkan dengan konsep yang tidak terpaku pada pakem tertentu. Sebagai contoh, bustier yang biasanya digunakan di bagian dalam, kali ini tidak saya terapkan,” jelas Kukuh, Senin (12/8/7/2024) dilansir dari Okezone.
Desainer tersebut membagi pagelarannya menjadi empat sequence, yang masing-masing menampilkan kebaya dengan sentuhan unik. Salah satu sequence-nya menghadirkan kebaya yang dipadukan dengan bawahan legging, menunjukkan bahwa kebaya kini dapat digunakan dalam keseharian dengan gaya yang lebih casual dan tidak hanya untuk acara formal atau kondangan saja. Tren kebaya modern yang simple dan casual ini pun disambut antusias oleh generasi muda, terutama Gen Z.
“Jadi memang sangat modern, kita tidak terpaku dengan satu pakem. Saya ingin menyampaikan bahwa kebaya tidak hanya untuk kondangan,” tambah Kukuh.
Dalam salah satu sequence, seluruh kebaya ditampilkan dalam warna hijau, yang ternyata memiliki makna mendalam sebagai simbol perdamaian. Kukuh mengungkapkan bahwa warna hijau dipilih untuk menggaungkan pesan perdamaian dunia, termasuk di tanah air.
“Hijau itu lambang kedamaian dunia. Kita ingin menyampaikan pesan agar tidak ada lagi peperangan atau kisruh politik, terutama di Indonesia,” ujarnya.
Sebagai penutup, Kukuh menampilkan kebaya khusus yang memadukan unsur budaya Jawa Tengah dengan Bali. Kebaya hitam dengan jubah yang menjuntai ini menghadirkan bustier di luar, sebuah gaya yang identik dengan







