IndonesiaBuzz: Madiun, 26 Oktober 2024 – Aksi unjuk rasa yang digelar Forum Masyarakat Bersama (FMB) di kantor KPU dan Bawaslu Kota Madiun, Jumat (25/10/2024), memicu kontroversi. Selain menyampaikan tuntutan terkait kinerja pemilu, massa memberikan simbolis “oleh-oleh” berupa pedang plastik, lipstik, wortel, baju daster, dan pakaian dalam wanita kepada kedua lembaga tersebut. Aksi tersebut mendapat tanggapan dari Inda Raya Ayu Miko Saputri, calon Wali Kota Madiun nomor urut satu.
Kritik Terhadap Simbol Daster dan Bra
Melalui unggahan di akun Instagramnya, @indaraya pada hari Sabtu (26/10/2024), Inda Raya menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap penggunaan simbol daster dan bra sebagai bentuk protes. Ia menilai tindakan tersebut tidak hanya tidak pantas, tetapi juga melecehkan dan melanggengkan stereotip patriarki.
Pada unggahannya tersebut, Inda Raya menuliskan:
“Entah apa yang ada di pikirannya dan berkiblat pada siapa kok sampai memilih Daster dan Bra sebagai simbol “banci” yang mewakili ketidakpuasan sekelompok orang terhadap kinerja bawaslu.
Daster dan Bra itu propertynya perempuan. Bra juga termasuk benda yang private bagi perempuan, tolong hormati, jangan dengan gampang mengumbar apalagi mengindentikkan dengan “banci”. Apa gak bisa milih benda yang lain?”
Seruan untuk Menghentikan Diskriminasi Gender
Dalam unggahannya, Inda Raya juga menyoroti isu patriarki dan diskriminasi terhadap perempuan. Ia menekankan bahwa perempuan tidak boleh dianggap lemah atau dilecehkan melalui simbol-simbol seperti itu.
“Jangan bawa gender dong…perempuan itu punya harga diri, bisa saja lebih tinggi harga dirinya daripada laki-laki. Bisa saja lebih tegas dari laki-laki, bisa memutuskan hal-hal penting ketimbang laki-laki, bisa jadi lebih kuat dari laki-laki. Jangan mendiskreditkan perempuan, melabeli dengan hal-hal negatif, menonjolkan budaya Patriarki.
Perempuan itu adalah RAS TERKUAT DI BUMI!!!!! Ojo nggawe perkoro ya….nyuwun tulung sanget.
Inda Raya – Seorang perempuan yang punya Daster dan ber Bra, namun tetap bisa tegas dan garang!!”
Inda Raya mengingatkan agar aksi protes tidak menggunakan simbol yang merendahkan gender tertentu dan meminta agar masyarakat menghormati perempuan dalam setiap konteks.
Tidak Terkait dengan Pelaporan ke Bawaslu
Inda Raya menegaskan bahwa unggahannya tidak ada kaitan dengan substansi laporan FMB terhadap KPU dan Bawaslu. Ia murni merasa tidak terima dengan pemilihan daster dan bra sebagai bentuk sindiran dalam aksi tersebut:
“Note : Postingan ini tidak ada hubungannya dengan konteks pelaporan ke Bawaslu yah, ini murni ketidak terimaan saya mengenai Daster dan Bra nya saja.” @indonesiabuzz







